Heboh, 2 Tahun tak Registrasi Ulang STNK Akan Mati, Simak Penjelasannya

Rumor STNK yang tidak bisa diperpanjang lagi, apabila selama dua tahun tak melakukan registrasi ulang

Heboh, 2 Tahun tak Registrasi Ulang STNK Akan Mati, Simak Penjelasannya
Tribun Sumsel/Net
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Informasi yang lagi viral di kalangan masyarakat DKI Jakarta, yaitu soal rumor Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( STNK) yang tidak bisa diperpanjang lagi, apabila selama dua tahun tak melakukan registrasi ulang.

Menurut Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama, secara aturan yang tertuang dalam undang-undang Nomor 22 tahun 2009 dan Peraturan Kapolri (Perkap) No.5 tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan memang ada.

Baca: Nikita Mirzani Ngamuk, Mantan Istri Adik Irwansyah Sebut Pagi Pagi Pasti Happy Acara Tak Jelas

Baca: Prabowo Ditemani Titiek Soeharto Kunjungi Korban Gempa Lombok, Lihat Reaksi Warga

"Tetapi selama ini memang belum diterapkan. Untuk menjawab informasi ini, agar masyarakat tidak merasa resah maka kami pastikan tidak benar, karena masih dalam tahap wacana," kata Bayu ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

Bayu menjelaskan, wacana itu muncul setelah Pemprov DKI Jakarta meminta data nyata kendaraan yang teregistrasi di Ibu Kota.

Namun, untuk sampai ke tahap pelaksanaan bisa dikatakan belum tahu kapan karena prosesnya begitu panjang.

"Belum kita sosialisasikan, dan juga memikirkan yang lainnya, karena tidak sedikit juga jumlah kendaraan di Jakarta ini. Masyarakat kami harap jangan percaya informasi yang belum pasti, walaupun nanti diadakan kita akan informasikan langsung," ujar Bayu.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji juga mengatakan demikian. Kata dia, informasi tersebut sudah mengacu dan sesuai dengan UU 22 tahun 2009 dan Perkap 5 tahun 2012.

"Akan tetapi dalam penerapannya untuk saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat. Bisa dibilang wacana di kalangan terkait saja," kata Sumardji kepada Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

Secara aturan jika melihat Perkap No. 5 Tahun 2012, sebagai berikut:

- Pasal 1 ayat 17 Penghapusan Regident Ranmor adalah bentuk sanksi administratif bagi pemilik Ranmor yang tidak melakukan registrasi ulang atau memperpanjang masa berlaku STNK sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sejak masa berlaku STNK habis berdasarkan data Regident Ranmor pada Polri.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved