Pilpres 2019

Habib Rizieq Shibab Serukan Lakukan Hal ini Usai Aktivis #2019GantiPresiden Diusir

Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden

Habib Rizieq Shibab Serukan Lakukan Hal ini Usai Aktivis #2019GantiPresiden Diusir
kolase Tribunsumsel
Habib Rizieq 

TRIBUNSUMSEL.COM-Pencekalan terhadap sejumlah aktivis #2019gantipresiden di beberapa daerah di Indonesia hingga kini terus menjadi perbincangan.

Setidaknya ada nama Neno Warisman dan Ahmad Dhani yang disebut dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda.

Neno di Pekanbaru, Riau sedangkan Dhani di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/6) lalu.

Neno diadang ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) sore.

Sementara Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden.

Ahmad Dhani pun menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah untuk mengadukan soal peristiwa penolakan deklarasi ganti presiden.

"Saya akan ceritakan kronologi peristiwa yang kami alami ," kata Neno ketika memulai forum pengaduan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Selain Neno dan Dhani, sejumlah aktivis gerakan ganti presiden juga ikut hadir seperti Eggi Sudjana, Mustofa Nahrawardaya, Ari Saptono, Sang Alang, Mahendradatta, serta ibu-ibu relawan Prabowo-Sandi.

Fahri Hamzah sendiri lewat akun Twitternya membagikan sebuah video deklarasi yang dibagikan akun Twitter @opposite6890.

Video tersebut diberi keterangan jika Habib Rizieq Shihab bersama ulama dan tokoh nasional langsung dari Mekkah menyerukan rakyat Indonesia bersatu ,melawan preman bayaran yang sering melakukan persekusi terhadap ulama, aktivis dan wanita.

Fahri juga mengomentari tweet tersebut menilai jika Rezim ini gagal menenangkan HRS gelombang pemerintah akan bangun kembali.

"Jika Rezim ini gagal menenangkan HRS maka gelombang anti pemerintah bisa bangun kembali...."

Penulis: Muhamad Edward
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved