Berita Palembang
Selama Asian Games, 1 Train LRT Untuk Atlet, Akademisi Polsri Nilai Pembangunan Cepat
Light Rail Transit (LRT) Sumsel diharapkan mampu merubah kultur masyarakat. Terlebih transportasi mutakhir ini, dibuat oleh anak bangsa
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Light Rail Transit (LRT) Sumsel diharapkan mampu merubah kultur masyarakat. Terlebih transportasi mutakhir ini, dibuat oleh anak bangsa.
Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa, LRT menyulap transportasi super cepat di Palembang, dimana harusnya Palembang membangun transportasi membutuhkan waktu sampai lima tahun, berhubung ada Asian Games maka bisa dipercepat.
Baca: SEDANG BERLANGSUNG :Women Football Indonesia vs Chinese Taipei, Minggu (19/8/2018)
Baca: Doa dan Niat Lengkap Puasa Tarwiyah Besok Senin 20 Agustus 2018, Hingga Hal yang Membatalkannya
"Pembangunan LRT di Palembang dilakukan super cepat yaitu dimulai 2014, sejak menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Kita meminta Presiden mendukung proses Asian Games melalui transportasi kota Metropolitan," ungkapnya, Minggu (19/8/2018).
Ia menambahkan, pembangunan LRT untuk perancangan sangat cepat. Sehingga tanpa kerjasama semua pihak maka Palembang menurutnya tidak akan mencetak sejarah layaknya Kerajaan Sriwijaya.
"LRT pertama kali Indonesia dan satu –satunya menyeberangi Sungai," katanya.
Produk INKA, yakni LRT sudah dipesan 8 negara yakni Bangladesh, Malaysia, Filipina, Singapura, Australia, Thailand, Zimbabwe dan Srilanka.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Light Rail Transit (LRT) Sumsel, Suranto mengatakan, mulai tanggal 19 Agustus sampai 2 September pihaknya akan melakukan angkutan Asian Games dimana pesertanya ada atlet Asian Games , panitia, penumpang umum.
“Dengan kapasitas nyaman, kita sudah sepakat kemarin totalnya 330 , dengan satu meter itu empat orang , kepadatannya, agar nyaman, kalau khusus atlet kita kosongkan satu train, seperti kita lihat tadi train pertama untuk atlet dan dua gerbong untuk penumpang umum , akhirnya 330 itu kita turunkan lagi kuotanya menjadi 220 untuk menumpang umum dan 110 untuk untuk atlet, itu perlu kita jaga bersama dan disampaikan kepada masyarakat, supaya maklum dengan keterbatasan, kalau kuotanya kurang , kita arahkan LRT selanjutnya,” katanya.