Berita Pagaralam
Tradisi di Pagaralam, Hanya Orang-orang Ini Boleh Panen di Danau Penuh Ikan
Membubus tebat apalagi jika itu milik bersama seperti Tebat Libagh- memang tidak bisa dilakukan sembarang
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Berbagai dusun di Pagaralam memiliki tebat (sejenis danau) yang dibuat oleh puyang (pendiri dusun).
Di waktu-waktu tertentu tebat tersebut dibubus. Penduduk yang masih merupakan anak cucu pembuat tebat boleh beghikan (menangkap ikan).
Tebat Libagh yang biasanya hening nampak berbeda beberapa waktu lalu. Tebat yang berada di Dusun Muara Tenang Kelurahan Perahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan ini nampak ramai.
Baca: Kenalkan Suzuki GSX150 Bandit Penantang Tangguh Yamaha Vixion, Berikut Keunggulannya
Orang-orang berkumpul di tengah-tengah tebat yang kedalaman airnya tinggal sebatas pinggang. Sebagian orang lagi tumpah ruah di pinggiran tebat yang dipenuhi rumput air.
Orang-orang itu tengah berusaha nanggok (nangkap) ikan. Karena itu ketika datang ke tebat, mereka membawa sejumlah alat tradisional penangkap ikan di antaranya sesauk, seghekap, kinjagh dan bubu.
Teriknya sinar matahari tak mengurangi semangat mereka untuk beghikan. Tak sia-sia. Berbagai jenis ikan mulai dari nila, mas, ghuan dan mujair berhasil ditangkap.
Baca: Sriwijaya FC Kembali Jadi Tim Musafir Saat Melawan Madura United, Sabtu (11/8) Mendatang
Hari itu Tebat Libagh memang dibubus (Dikeringkan) untuk kemudian diambil ikannya. Ini momen yang jarang terjadi tiap tahun.
"Seingat saya, tebat ini terakhir kali dibubus pada tahun 2013," kata Edi salah satu warga Tanjung Menang.
Membubus tebat apalagi jika itu milik bersama seperti Tebat Libagh- memang tidak bisa dilakukan sembarang. Harus ada kesepakatan antar pemilik.
Bila tidak, jangan harap ada yang bisa membubus tebat. Tebat Libagh sendiri dibubus lantaran ada warga Dusun Tebing Tinggi yang menggelar hajatan.
Baca: Supaya Terhindar Kemacetan, Perhatikan Rute Torch Relay Obor Asian Games Minggu dan Senin
"Warga Tebing Tinggi dan Muara Sindang adalah pemilik Tebat Libagh ini. Pembuat Tebat Libagh Muara Tenang itu puyang orang Dusun Tebing Tinggi dan Muara Sindang," ujarnya.
Itulah sebabnya kata Edi, ketika ada warga Tebing Tinggi yang menggelar hajatan, tebat itu pun diperkenankan untuk dibubus dan diambil ikannya. Warga Muara Sindang pun ikut serta nanggok. Selain alasan hajatan, lanjut Satar, tebat puyang biasanya dibubus jelang bulan puasa.
"Yang boleh ngambil ikan saat hanya anak cucu puyang yang membuat tebat itu sendiri," jelasnya.
Itulah sebabnya ketika ada warga Tebing Tinggi yang menggelar hajatan, tebat itu pun diperkenankan untuk dibubus dan diambil ikannya.
Warga Muara Sindang pun ikut serta nanggok. Selain alasan hajatan, lanjut Satar, tebat puyang biasanya dibubus jelang bulan puasa.
Adapun Samsul (55), warga Dusun Tebing Tinggi menyatakan bubus Tebat Libagh merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan di waktu-waktu tertentu.
"Bubus tebat sudah ada sejak zaman dulu," ujar Samsul.(SP/ Wawan Septiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bubus-tebat-puyang-pagaralam_20180804_224300.jpg)