Caleg 2019

14 Pensiunan TNI Jadi Jagonya PDIP Siap Menangkan Jokowi

Mereka ingin Jokowi terus melanjutkan pembangunan yang sudah terbukti nyata di periode kedua nanti

14 Pensiunan TNI Jadi Jagonya PDIP Siap Menangkan Jokowi
kompas
alon presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten di Kota Serang, Banten, Rabu (16/7/2014). Menurut hasil hitung cepat Kompas pada Pemilu Presiden 2014, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla unggul dengan perolehan suara 52,34 persen. 

TRIBUNSUMSEL.COM - 14 purnawirawan TNI yang bergabung dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan menyatakan siap memenangkan Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Mereka ingin Jokowi terus melanjutkan pembangunan yang sudah terbukti nyata di periode kedua nanti.

Baca: Hujan Deras, Kereta LRT Tiba-tiba Berhenti 2 Kilometer dari Stasiun Bandara, Penumpang : Nah Mogok

Baca: Petugas Tiket LRT Stasiun SMB II Mendadak Hentikan Pelayanan, Penumpang Antre 2 Jalur Mendadak Bubar

Kesiapan 14 purnawirawan TNI itu disampaikan dalam Pembekalan Bacaleg Purnawirawan TNI di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Mereka yang hadir yakni Marsda (Purn) Yan Manggesa, Laksda (Purn) Yuhastihar, Mayjen (Purn) Ch H Sidabutar, Mayjen (Purn) Bambang Haryanto, Marsda (Purn) Benedictus Widjanarko, Marsma (Purn) Johanes Urip Utomo.

Kemudian, Marsda (Purn) Warsono, Kolonel (Purn) Hargo Yuwono, Mayjen (Purn) Sakkan Tampubolon, Kolonel (Purn) Agus Zulkarnain, Brigjen (Purn) Syukran Hambali, Mayjen (Purn) Sturman Pandjaitan, Kolonel (Purn) Sanius Abastari, dan Kolonel (Purn) S Marzuki.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI untuk membawa Jokowi memimpin Indonesia dua periode.

"Kami sangat mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI. Beliau-beliau adalah para patriot bangsa, yang nasionalismenya tidak perlu diragukan dan senafas dengan PDI Perjuangan," kata Hasto.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan selalu konsisten untuk mendorong netralitas TNI.

Hal itu juga yang membuat Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak pernah memandang latar belakang identitas ketika memilih pejabat TNI.

"Namanya TNI dan Polri aktif tidak boleh berpolitik dalam negara,” ujar Hasto kepada para purnawirawan yang kini mulai berpolitik.

Ia mengatakan, pembentukan angkatan bersenjata tak lepas dari dialektika pemikiran Bung Karno dalam pidato Indonesia Menggugat pada 1930.

Presiden pertama RI itulah yang mencanangkan pembentukan Badan Keamanan Rakyat pada 23 Agustus 1945 sebagai cikal bakal ABRI, yang kemudian berganti nama menjadi TNI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gabung Jadi Caleg PDI-P, 15 Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi", https://nasional.kompas.com/read/2018/08/01/16253741/gabung-jadi-caleg-pdi-p-15-purnawirawan-tni-siap-menangkan-jokowi.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved