Larangan Parkir Sudirman Buka Gembok Bayar Rp 50 Ribu, Ini Tanggapan Kepala Dishub Palembang

Kebijakan Pemkot Palembang melarang parkir kendaraan di sepanjang jalan dari Bandara ke Jakabaring dikeluhkan pengendara.

Larangan Parkir Sudirman Buka Gembok Bayar Rp 50 Ribu, Ini Tanggapan Kepala Dishub Palembang
Tribun Sumsel/ Siemen Martin
Petugas Dinas Perhubungan menertibkan kendaraan yang masih parkir di Jalan Jenderal Sudirman 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebijakan Pemkot Palembang melarang parkir kendaraan di sepanjang jalan dari Bandara ke Jakabaring dikeluhkan pengendara.

Oknum petugas Dinas Perhubungan menerapkan denda kepada pengendara yang melanggar, tanpa disertai bukti legalitas. 

Gembok roda dibuka setelah bayar denda, tetapi pengendara tidak mendapatkan tanda bukti pelanggaran.

“Denda yang diterapkan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp250 ribu, tapi dibayar tanpa disertai dengan tanda bukti pelanggaran," kata pedagang di kawasan Sudirman.

Dia mengatakan adanya penerapan denda ini menyebabkan toko sepi.

Itulah kenapa pihaknya meminta untuk dilakukan pengkajian lagi terhadap kebijakan larangan parkir.

"Pembeli takut parkir, kalau kendaraan kena gembok dan harus bayar uang, " katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan membantah adanya penerapan denda kepada kendaraan yang terkena gembok oleh petugas.

Menurut dia, Dishub belum menerapkan adanya biaya membuka gembok tersebut kepada pengendara.

"Sanksi kendaraan yang lakukan pelanggaran kami gembok, kalau terberat sanksi yang kami terapkan mobil dan motor diderek, " katanya.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved