Berita Politik

Ada Enam Poin Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol, Diantaranya Menentukan Hari Baik Pendaftaran

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengungkapkan enam poin yang merupakan hasil perbincangan

Ada Enam Poin Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol, Diantaranya Menentukan Hari Baik Pendaftaran
Tribunnews/Biro Pers
Presiden Joko Widodo menjamu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tiga kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (dua kiri), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kiri), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tiga kanan), Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (dua kanan), dan Ketua Umum PPP Romahurmuzy (kanan) di Istana Bogor, Senin (23/7/2018). Jokowi mengadakan pertemuan dengan para ketua partai politik pendukung terkait dinamika calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/RUSMAN 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengungkapkan enam poin yang merupakan hasil perbincangan dirinya, bersama ketua umum partai politik lainnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri; Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018) kemarin malam.

Baca: Nikita Mirzani Blak-blakan Sindir Seseorang Lewat Kutipan Ceramah Ini, Simak Videonya

Baca: Pengacara Habib Rizieq Resmi Caleg PDIP, Kapitra Ampera :Silakan Panggil Saya Cebong

Adapun poin pertama dalam keterangan yang diterima, pada Selasa (24/7/2018) yaitu, koalisi sepakat mengusung kembali Jokowi sebagai Capres 2019 tanpa reserve.

Kedua, Koalisi menyepakati enam parpol sebagai formasi solid pengusungan. Dalam hal masih ada parpol lain yang dalam perundingannya di tempat lain tidak berakhir bahagia, koalisi tidak membatasi hanya pada enam parpol saja. Namun demikian, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang enam secara mufakat.

Ketiga, koalisi sepakat bahwa dukungan parpol-parpol kepada pemerintahan Jokowi harus dilandasi itikad baik, mengedepankan disiplin berkoalisi, konsistensi dalam berkomunikasi di dalam dan di luar ruang rembug koalisi, dan prinsip saling memahami kelebihan dan kekurangan setiap pemerintahan yang harus dikawal dan dikoreksi terus-menerus secara santun, terukur, dan menjunjung tinggi etika politik.

Keempat, koalisi menyepakati secara bulat satu nama cawapres warga terbaik Indonesia untuk mendampingi Jokowi. Adapun kapan penyampaian namanya kepada publik, koalisi memberikan kehormatan tertinggi kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkan pada saatnya.

Kelima, koalisi juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan hari baik pendaftaran pada hari-hari terakhir pendaftaran Pilpres 4 hingga 10 Agustus 2018, menyesuaikan juga dengan kesibukan tugas-tugas negara yang beliau emban.

Baca: Cawapres Jokowi Diumumkan 9 Agustus, Inilah Para Kandidatnya

Keenam, koalisi sepakat untuk memerangi digunakannya hoax, fitnah dan insinuasi kebencian berlatar SARA sebagai sarana pemenangan kontestasi politik.

Seraya mengingatkan penegakan hukum tanpa pandang bulu atas digunakannya hal-hal tersebut dalam Pilkada yang telah berlalu maupun Pilpres dan Pileg tahun depan. Mengingat hal tersebut berpotensi memecah-belah sesama anak bangsa dan mengusik kerukunan umat beragama yang mencederai nasionalisme kita.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Enam Kesepakatan Ketum Parpol Koalisi saat Bertemu denga Jokowi, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/24/enam-kesepakatan-ketum-parpol-koalisi-saat-bertemu-denga-jokowi.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved