Berita Lahat

Di Tengah Desakan Massa, Hakim Putuskan Vonis Terdakwa Money Politic Pilkada Lahat Penjara 36 Bulan

Massa pun sempat melakukan aksi bakar ban. Sekitar satu jam menunggu, Ketua PN Lahat akhirnya menemui massa

Di Tengah Desakan Massa, Hakim Putuskan Vonis Terdakwa Money Politic Pilkada Lahat Penjara 36 Bulan
Sripo/ Ehdi Amin
Ratusan masa yang mengatasnamakan gerakan rakyat anti money politik (Geramp) menggelar aksi demo di depan Kantor Pengadilan Negeri Lahat 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Ratusan massa yang mengatasnamakan gerakan rakyat anti money politik (Geramp) kembali mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Lahat.

Kali ini massa menuntut dibatalkannya sidang putusan perkara dugaan money politik di Pemilukada Lahat 27 Juni 2018, dengan terdakwa Syahril (48), warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu Lahat.

Masa menuding, sidang yang hanya menghadirkan satu terdakwa ini dinilai tidak sesuai aturan. Pasalnya nama lain seperti Pani, dan Juki selaku yang memberikan uang, tidak ikut ditangkap dan dihadirkan dalam sidang.

Baca: Main tak Pulang-pulang, Keluarga Dapat Kabar Sore Harinya Dimas Tenggelam di Sungai Enim

"Pengadilan berdalih ini hanya berunsur ke peradilan khusus. Ada penyuapan, pelakunya sendiri tidak ada. Seharusnya terdakwa lainnya juga dihadirkan, ini sidang pidana bukan perdata," ucap Saryono Anwar, koordinator aksi, menyampaikan tuntutan, Senin (23/7/2018).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini sempat memanas. Massa yang kesal menunggu kehadiran Ketua Pengadilan Negeri Lahat, Agus Pancara SH MHum, sempat berusahan menerobos brikade polisi.

Massa pun sempat melakukan aksi bakar ban. Sekitar satu jam menunggu, Ketua PN Lahat akhirnya menemui massa.

Sambil dikawal aparat kepolisian, Agus Pancara menyampaikan kepada massa, bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan penyidikan, ataupun menangkap orang.

Baca: Penumpang LRT Palembang Minikmati Perjalanan Nyaman dan Dingin Selama 60 Menit

Hanya melakukan persidangan sesuai undang-undang, dan memutuskan perkara.

"Kalau tidak puas, berarti kalian mempermasalahkan undang-undang. Silakan protes ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat, mereka yang buat undang-undang," tegas Agus Pancara.

Tidak menemui titik terang, masa bergeser ke kantor Kejaksaan Negeri Lahat melakukan aksi serupa.

Kendati massa memaksa menghentikan sidang, Ketua Majelis Hakim, Saiful Bro SH, didampingi Hakim Anggota Martin SH, dan Shelly Noveriyati SSH, terus melanjutkan jalannya sidang.

Memutuskan, terdakwa Syahril dijatuhi hukuman 36 bulan penjara, denda Rp 200 juta, subsider satu bulan.

"Nama-nama yang telah disebut dalam pesidangan, bisa menjadi bahan penyidikan kasus lain. Kita hanya menyidang, untuk yang lain wewenang Gakumdu Lahat," ucapnya. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved