Harga Telur di Sumsel Tembus Rp 28 Ribu/Kg, Penyebabnya Kurang Produksi Karena Cuaca Panas

Harga telur mencapai Rp 28 ribu per kg di pasaran karena suplai dari peternak ayam petelur di Sumsel berkurang 100 ton per hari.

Harga Telur di Sumsel Tembus Rp 28 Ribu/Kg, Penyebabnya Kurang Produksi Karena Cuaca Panas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga telur mencapai Rp 28 ribu per kg di pasaran karena suplai dari peternak ayam petelur di Sumsel berkurang 100 ton per hari.

Penyebabnya cuaca panas sehingga produksi berkurang. Pemda sedang mengupayakan suplai telur dari peternak di Lampung untuk menekan harga.

Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS), Ismaidi mengatakan, saat ini produksi telur dari peternak di Sumatera Selatan rata-rata hanya sekitar 150 ton per hari, padahal normalnya mencapai 250 ton per hari. Kondisi ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

"Berkurangnya produksi telur ini akibat dari cuaca yang sangat panas dengan suhu berkisar dari 33-34 derajat celcius. Hal ini membuat ayam petelur sulit produksi dan mempengaruhi pertumbuhan ayam, karena kandang peternak di Sumsel kebanyakan terbuka," ujarnya, Minggu (15/7).

Baca: Penerimaan CPNS Dua Minggu Lagi, Perhatikan Satu-satunya Portal Resmi BKN

Ia menjelaskan, akibat berkurangnya produksi telur menjadi 150 ton per hari, sedangkan biaya pakan tetap sama seperti saat telur produksi 250 ton per hari, otomatis kalau harga tidak dinaikan bisa merugi.

Untuk itu yang biasanya harga normalnya di kandang Rp 16 per kg, kini menjadi Rp 20 Ribu hingga Rp 22 Ribu per kg.

Dengan harga tersebut tentunya di tinggkat pasar ataupun masyarakat bisa lebih tinggi lagi. Untuk harga yang dijual di pasar pun bervariasi mulai Rp 23 Ribu hingga Rp 28 Ribu per kg.

Pada normalnya harga jual ditingkat pasar Rp 22 Ribu per kg.

Baca: Ada 100 Ribu Lowongan untuk Tenaga Pendidik (Guru) di CPNS 2018, Honorer Ikut atau Tanpa Tes?

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Yustianus mengatakan, tingginya harga telur tersebut karena banyak peternak ayam petelur gagal produksi.

Peternak di Sumsel ini ada di Wilayah Banyuasin, Ogan Ilir, Prabumulih.

Halaman
123
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved