Berita Musirawas

Heboh Ikan Aligator, Kabid Perikanan Musi Rawas : Belum Ada Temuan

Dinas Perikanan Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan jika keberadaan ikan predator

Heboh Ikan Aligator, Kabid Perikanan Musi Rawas : Belum Ada Temuan
Wikimedia Commons
Ikan aligator (Atractosteus spatula) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Dinas Perikanan Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan jika keberadaan ikan predator jenis araipama dan aligator belum ditemukan di wilayah Kabupaten Mura.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Mura Ervan Malik mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya kedua jenis ikan yang dilarang pemerintah tersebut.

"Sejauh ini kita belum menerima laporan, apalagi ada warga yang datang menyerahkan ikan jenis itu kepada kita," ungkap Ervan pada Tribunsumsel.com, Jumat (6/7/2018).

Hanya saja pihaknya tidak bisa menjamin 100 persen, menurutnya bisa jadi ada warga yang memelihara dirumahnya namun tidak melapor.

"Namun biasanya kalau pun ada temuan, masyarakat langsung heboh, karena ikan itu sangat besar dan berbeda dari ikan-ikan pada umumnya," kata dia.

Ervan menjelaskan kedua ikan predator itu sangat bahaya, apalagi bila ukuran ikan itu sudah mencapai bobot 250 Kg. Maka kedua jenis ikan itu bisa makan sebanyak 20 kg per hari.

"Untuk jenis araipaima bisa sampai bobot 300 Kg, dihabitat aslinya sungai Amazon apa saja dimakan, termasuk burung dan kelinci yang sedang minum, mereka terkam" kata dia.

Untuk itu, ia meminta dan mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Mura bila ada yang memelihara kedua jenis itu sesegera mungkin melapor ke Balai Benih Ikan (BBI) di wilayah Kecamatan Tugu Mulyo.

"Sekarang harus ada izin dari Balai Besar Karantina, bahkan pemerintah memberikan batas waktu penyerahan kedua jenis ikan itu paling lambat 30 Juli mendatang," tuturnya.

Ia menyebutkan dampak dari kedua ikan itu bila ada diwilayah Kabupaten Mura bisa mengganggu anak-anak ketika mandi, bahkan bila sudah beradaptasi disungai akan menghabisi populasi ikan.

"Langkah yang kita ambil sekarang turun ke lapangan. Menemui para pembudidaya Ikan, sembari menayakan dan mencari informasi. Karena mungkin masyarakat ada yang belum tahu ikan itu dilarang," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved