Sriwijaya FC
Sriwijaya FC Bakal Cuci Gudang, 4 Sampai 6 Pemain Bakal Dilepas
Berbeda dengan tim lainnya yang mulai dikaitkan dengan perekrutan sejumlah pemain, Sriwijaya FC justru lebih banyak disebut akan
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bursa transfer pemain di kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 resmi dibuka, Rabu (4/7).
Berbeda dengan tim lainnya yang mulai dikaitkan dengan perekrutan sejumlah pemain, Sriwijaya FC justru lebih banyak disebut akan melakukan cuci gudang.
Setidaknya 4-6 pemain bakal dilepas.
Rencana itu sudah disampaikan secara langsung oleh manajemen PT SOM saat melakukan rapat internal.
“Kami menginginkan pemain nantinya yang benar-benar berkomitmen 100 persen untuk SFC sehingga skuad akan lebih solid,“ ujar manajer SFC Ucok Hidayat saat dihubungi, Rabu (4/7) sore.
Perampingan tim memang menjadi salah satu opsi yang diambil oleh manajemen PT SOM untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang belakangan menghampiri SFC.
Mulai dari pembayaran gaji yang kerap terlambat hingga friksi di dalam skuad kebanggaan masyarakat Sumsel ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, manajemen SFC sendiri masih akan melakukan sekali lagi rapat lanjutan sebelum memutuskan mengumumkan hasil evaluasi.
Meski akan melakukan sejumlah pencoretan, manajemen SFC menegaskan tetap akan berjuang untuk memenuhi target yang diusung awal musim ini yakni posisi 3 besar di klasemen akhir kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.
Dalam memutuskan evaluasi terhadap punggawa SFC, manajemen mengisyaratkan tidak hanya akan melihat performa di lapangan saja.
Setidaknya 4-6 pemain setidaknya diprediksi akan terkena evaluasi ini, walau manajemen SFC menegaskan belum mau menyebutkan nama hingga rapat terakhir yang akan digelar, Kamis (5/7) ini.
“SFC juga sepertinya belum fokus ke perekrutan pemain baru, karena jumlah pemain yang ada saat ini masih cukup dan bisa bersaing kedepannya."
"Soal target tetap 3 besar dan akan terus diperjuangkan, karena ini merupakan kebanggaan masyarakat Sumsel dan bukan milik pribadi,” jelasnya.
Pelatih SFC, Rahmad Darmawan, menyatakan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana manajemen itu kepada anak asuhnya dan meminta Makan Konate dkk untuk tidak terpengaruh dengan rapat evaluasi ataupun keputusan yang bakal diambil manajemen.
Eks pelatih timnas U23 Indonesia menegaskan pemain harus profesional dan memahami tugas serta kewajibannya, termasuk persiapan melawan PS Tira, Jumat (6/7) besok.
“Sudah kami sampaikan kepada pemain di lapangan tadi, supaya profesional. Kalau sudah berada di lapangan maka fokus pada pertandingan,” ucap RD.
Pelatih asal Lampung ini juga menyebut bahwa evaluasi merupakan hal yang biasa dilakukan manajemen ataupun pelatih klub manapun jelang berakhirnya putaran pertama ataupun akhir musim.
Kendati demikian, RD menyebut ada evaluasi yang membutuhkan masukan dari pelatih dalam rapat tapi ada yang tidak butuh.
Pelatih berusia 51 tahun juga ini enggan berkomentar lebih jauh, rapat evaluasi tahap pertama yang dilakukan manajemen butuh pelatih di dalamnya atau tidak sama sekali.
“Itu saja, ada evaluasi yang butuh pelatih dan ada yang tidak,” ujar dia. (tim)