Piala Dunia Rusia 2018

Siklus 8 Tahun Sekali, Bisakah Timnas Jepang Kalahkan Belgia Lalu Lolos ke Fase 8 Besar?

Meski kalah dari Polandia, Jepang jadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

HECTOR RETAMAL/AFP
Pemain Jepang, Keisuke Honda, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Senegal pada laga penyisihan Grup H Piala Dunia 2018 di Ekaterinburg Arena, Minggu (24/6/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Meski kalah dari Polandia, Jepang jadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Jepang harus menelan kekalahan saat melakoni matchday ketiga penyisihan Grup H Piala Dunia 2018 saat melawan Polandia, Kamis (28/6/2018).
Meski kalah, Jepang masih "mujur" karena berhasil duduki posisi kedua di klasemen akhir Grup H.

Artinya, empat poin yang dikumpulkan Jepang masih membawa Tim Samurai Biru lolos menjadi salah satu kontestan di babak 16 besar.

Meski kumpulkan poin yang sama dengan Senegal, namun Jepang memiliki poin lebih baik karena catatkan kartu kuning lebih sedikit.

Secara poin fair play, setelah hitungan poin dan produktivitas gol dihitung sama, Jepang lebih unggul karena hanya dapatkan empat kartu kuning atau lebih sedikit dua kartu dari Senegal.

Lolosnya Jepang ke fase 16 besar ternyata memang tercatat sebagai "siklus" delapan tahunan.

Sejak berpartisipasi pertama d kali di gelaran Piala Dunia 1998, Jepang berhasil lolos ke babak 16 besar sebanyak tiga kali dari enam edisi Piala Dunia.

Pertama kali, Jepang berhasil lolos pada saat menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2002 sebagai pemuncak klasemen Grup H.

Jepang berhasil menang dua kali dan satu kali imbang di babak penyisihan grup, lalu lolos bersama Belgia yang tempati posisi kedua.

Namun, langkah Jepang terhenti oleh Turki di babak 16 besar dengan kekalahan tipis 0-1.

Halaman
12
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved