Berita Musirawas

Lama Tak Diurus, Perpustakaan Terapung di Musirawas Akan Diperbaiki

Setelah sempat tidak terurus dan mangkrak berbulan-bulan akhirnya perpustakaan terapung

Lama Tak Diurus, Perpustakaan Terapung di Musirawas Akan Diperbaiki
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Kapal Rusak, Perpustakaan Terapung di Musirawas Ini Sudah 3 Bulan Tak Berfungsi Lagi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Setelah sempat tidak terurus dan mangkrak berbulan-bulan akhirnya perpustakaan terapung yang terletak di Danau Aur Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan dilakukan rehap ulang.

Kasubag Perencanan Keuangan dan Aset Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mura Yohanita mengatakan, rehap ulang itu dilakukan karena kondisi perpustakaan terapung memang sudah tidak layak pakai.

"Kita berapa kali melakukan rehap ringan, namun setelah dievaluasi ternyata desainnya tidak efektif lagi.

Mengingat bila hujan turun kayu-kayu kapal selalu basah dan cepat rusak," kata Yohanita pada Tribunsumsel.Com, Senin (28/5/2018).

Rencananya perbaikan akan dilakukan tahun 2018 ini dengan berkonsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya (PUCK) terlebih dahulu mengenai bentuk dan desain yang cocok untuk perpustakaan terapung itu.

"Modelnya sama saja kemungkinan alasnya akan diganti dengan rangka baja, sehingga lebih awet, kemungkinan 80 persen akan kita ganti," ungkap Yohanita.

Yohanita menerangkan, rencana pembangunan apabila tidak ada halangan akan dilakukan dibulan Agustus atau September mendatang, dengan sumber pendanaan dari APBD dengan jumlah anggaran Rp 150 Miliar.

"Saat ini kita tengah menunggu proses studi kelayakannya dari PUCK, nanti dari sana baru diketahui kapan mulai pengerjaaannya," ujarnya.

Sementara untuk penjaga dan pengelolaanya, pihaknya berencana akan bekerjasama dengan masyarakat setempat, bahkan rencananya akan ada tambahan uang honor untuk para pengelolanya.

"Selama ini penjaganya hanya mengandalkan gaji dari uang pengunjung, kedepan kita kasih honor supaya pelayanan bisa maksimal dan pengunjung jadi nyaman," kata Yohanita.

Yohanita juga menyebutkan perbaikan perpustakaan terapung itu sejalan dengan rencana inovasi program wisata edukasi terintegrasi 2018 yang akan menggandeng Dishub dan Diknas.

"Terintegrasi dalam artian setiap yang berkunjung kita akan ajak ke perpustakaan dulu, kemudian mereka akan diajak ke kota layak anak (Agropolitan) kemudian terakhir kita ajak ke pustakaan terapung," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved