Berita Lubuklinggau

Pasca Terjadinya Pengeboman di Surabaya, Bandara Silampari Lubuklinggau Aktifkan 16 CCTV

Menyusul terjadinya peristiwa pengeboman di tiga gereja dan Mapolresta di Surabaya

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Melisa Wulandari
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Pasca Terjadinya Pengeboman di Surabaya, Bandara Silampari Lubuklinggau Aktifkan 16 CCTV 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU -- Menyusul terjadinya peristiwa pengeboman di tiga gereja dan Mapolresta di Surabaya pengamanan sejumlah tempat di Kota Lubuklinggau makin diperketat.

Pantauan Tribunsumsel.com, di lapangan sejumlah fasilitas umum seperti Bandara Silampari, Mapolres Lubuklinggau, sejumlah fasilitas ibadah dan pusat perbelanjaan mendapat pengawalan ketat.

Kepala Satuan Bandara Silampari Rudi Pitoyo mengatakan, untuk pengamanan Bandara Silampari pasca adannya kasus pengeboman langsung mendapat instruksi Dirjen untuk meningkatkan pengamanan.

"Untuk Bandara Silampari sendiri kita sudah memerintahkan jajaran avian security untuk berfungsi sebagaimana fungsinya dan dalam keadaan ready," katanya pada Tribunsumsel.com, Senin (14/5/2018).

Meskipun Ia menilai, untuk pengamanan petugas Bandara Silampari memang sudah terpola dan tinggal menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Setiba dibandara penumpang langsung diawasi oleh 16 CCTV, kemudian ketika masuk langsung pemeriksaan menggunakan sinar x, metal detector, dan avian security kita langsung memprofile penumpang," ungkap Rudi.

Sedangkan untuk jumlah personil keamanan yang diturunkan sebanyak 40 orang yang dibagi dalam dua sip, satu kali sip jumlah personil yang bertugas 20 orang.

Sementara di Mapolres Lubuklinggau juga dijaga ketat, pengunjung yang berkunjung dan barang bawaan setiba di pintu masuk Mapolres Lubuklinggau langsung dilakukan pemeriksaan.

"Pengamanan ini sebagai bentuk antisipasi supaya jangan sampai kejadian penyerangan di Mapolres Surabaya tidak terjadi ditempat kita," ungkap Kasat Sabhara Polres Lubuklinggau AKP Eduwartu.

Untuk personil yang diturunkan satu regu dengan jumlah personil 10 orang. Lengkap dengan perlengkapan setiap orang yang datang langsung dilakukan pemeriksaan mulai dari bawaan dan dilakukan pemeriksaan KTP.

"Kemudian mereka langsung diberikan kartu pengenal setelah selesai kartu pengenalnya dikembalikan lagi oleh panitia. Itu mulai dari kemarin, namun lebih intenlagi dilakukan sejak hari ini," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved