Awal Tahun 2018 Ramal soal Teroris, Benarkah Prediksi Mbah Mijan Terbutki?

Sebelumnya, aksi teror sempat terjadi di Mako brimob dan menewaskan lima orang polisi. Kali ini ledakan

TRIBUNSUMSEL.COM--Teror kembali muncul di tengah masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, aksi teror sempat terjadi di Mako brimob dan menewaskan lima orang polisi.

Kali ini ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi.

Walhasil, pengamanan polisi diperketat di seluruh daerah di Indonesia.

Di sisi lain, isu ini kemudian menjadi trending topik di media sosial.

Berbagai respon diberikan warganet tentang kejadian tragis tersebut.

Tapi siapa sangka jika peristiwa terorisme yang terjadi di tahun 2018 ini pernah diramalkan oleh mbah Mijan.

Peramal tersebut sempat mengatakan jika aksi terorisme semakin tahun semakin meningkat.

Ia menyebutkan jika masa "transisi & perbaikan" bisa memicu sisi buruk Kolo Munjo.

Prediksi mbah Marijan tesebut sempat ia tulis pada tanggal 30 Desember 2017.

Dan hari ini, Minggu (13/5/2018), peramal yang kini juga mengisi cara P3H ini mengunggah kembali prediksinya tersebut.

Instagram
Instagram (Instagram)

"30/12/17, saya mengutuk aksi bom Surabaya!!!" caption yang ia tulis dalam unggahannya.

Selain itu juga mbah Mijan pada awal Januari tepatnya pada tanggal 3 Januari 2018.

Sempat memberikan ramalannya jika tahun 2018 adalah tahun dimana banyak pertumpahan darah.

Dalam status yang sama itu juga mbah Mijan juga menyebut kata teroris.

Twitter Mbah Mijan
Twitter Mbah Mijan ()

Unggahan mbah Mijan ini kemudian menuai berbagai tanggapan dari netizen.
dyahkiyozhi : "Jadi takut deh,,,,, mbah tujuan teroris apa si sbnrnya"

almsssyh : "Fuck terrorist, aku isis

ISIS = Ikatan sayang ibu selamanya"

adie.situoke : "Lagian ngapain sih ngebom2.. Mendingan ngebom di WC pada pagi hari"

heru_alghani : "Berita hangat berbulan2 lagi nih"

6 Fakta Bom 3 Gereja di Surabaya, Warga Sempat Lihat Sosok ini Datang ke Rumah Pelaku

TRIBUNSUMSEL.COM-Sosok pelaku pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) akhirnya terungkap.

Diketahui, tiga gereja yang menjadi sasaran aksi terorisme ini adalah :

2. Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya.

3. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jalan Arjuna.

Bom meledak di ketiga gereja tersebut dalam selisih waktu sekitar 30 menit, pagi tadi.

Informasi yang diperoleh TribunJatim, identitas pelaku pengeboman kini sudah berhasil terungkap.

Berikut fakta-faktanya :

1. Satu keluarga

Serangan bom ke gereja di Surabaya ini ternyata dilakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnivian menjelaskan, ledakan bom di Surabaya dilakukan oleh keluarga Dita Supriyanto.

"Alhamulliah, identifiksi sudah diketahui," kata Tito saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu(13/5/2018) petang.

"Pelaku satu keluarga yang melakukan serangan ke tiga gereja," lanjutnya.

2. Tinggal di Wonorejo, Rungkut Surabaya

Keluarga Dita Supriyanyo diketahui tinggal di kawasan Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

3. Rumah digrebek, bom aktif ditemukan

Diberitakan TribunJatim, sebuah rumah di kawasan Perumahan Wisma Indah Blok K No 22, Wonorejo, Rungkut, Surabaya, digerebek polisi.

Sejumlah Tim Gegana dan Brimob Polda Jawa Timur berada di lokasi, Minggu (13/5/2018).
Tampak garis police line melingkari lokasi dan depan perumahan tersebut.

Imformasi awal, saat ini petugas mengidentifikasi bom di rumah tersebut.

"Masih ada bom di situ," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, kepada TribunJatim.com di lokasi.

Rumah itu disebut warga sekitar milik keluarga Dita Supriyanto.

4. Peran saat peledakan bom di tiga gereja

Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnivian menjelaskan peran masing-masing Dito dan keluarga melakukan aski pengeboman.

Tito menuturkan, Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno.

Ia naik mobil Avanza dan menabrakannya ke gereja hingga terjadi ledakan.

Bom ternyata berada di dalam mobil.

"Ledakan di gereja jalan Arjuno yang paling besar," jelas Tito.

Selanjutnya, istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya.

Ia datang ke gereja jalan kaki bersama dua anak perempuannya, yakni Fadhila Sari (12) dan Pamela Riskita (9).

Puji bersama dua anak perempuan masuk ke gereja dengan membawa bom bunuh diri.
Bom ditaruh di pinggangnya.

"Ciri sangat khas, korban rusak perutnya saja," terang Tito.

"Ibu meninggal, tapi juga ada korban masyarakat," sambungnya.

Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laku-laki Dita.

Mereka adalah Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16).

Keduanya membawa bom dengan cara dipangku.

Mereka masuk ke gereja naik motor dan memaksa masuk.

Kemudian bom meledak hingga menimbulkan banyak korban.

"Soal jenis bom apa, belum jelas. Tapi korban pecah dan ledakan besar," terang Tito.

5. Sosok para pelaku menurut warga sekitar

Berdasarkan informasi di lapangan, warga sekitar mengaku tak cukup mengenal mereka, lantaran kesehariannya yang tertutup namun sesekali menyapa.

Menurut warga sekitar bernama Tanjung (50), keluarga Dita telah tinggal sejak tahun 2010-2011 silam dan diketahui berasal dari Banyuwangi.

"Setengah tertutup, kalau ketemu ya nyapa. Sebelum ada insiden sekitar jam 13.00 WiB ada beberapa orang datang. Busananya sama, tertutup begitu," katanya pada TribunJatim.com di lokasi.

Meski sesekali terlihat, keluarga tersebut juga kerap menyapa warga lain.

6. Dikenal sebagai penjual obat herbal

Warga mengetahui keseharian keluarga itu sebagai penjual obat herbal.

"Dia tetap nyapa, tapi hanya sekedar nyapa nanti itu aja dan masuk gitu aja. Anaknya juga sering sepedaan di depan rumah. Pekerjaan saya ga tau pasti, yang tau saya tau sering jual herbal gitu," papar Tanjung.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul 6 Fakta Pelaku Pengeboman 3 Gereja di Surabaya, Sosoknya di Mata Warga hingga Menjual Obat Herbal

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved