Berita Prabumulih

Warga Prabumulih Keluhkan Catat Meteran Gas Sistem Tembak

Kinerja jajaran Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu kota Prabumulih, terus dikeluhkan masyarakat khususnya pelanggan gas kota.

Warga Prabumulih Keluhkan Catat Meteran Gas Sistem Tembak
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Warga Prabumulih Keluhkan Catat Meteran Gas Sistem Tembak 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kinerja jajaran Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu kota Prabumulih, terus dikeluhkan masyarakat khususnya pelanggan gas kota.

Pasalnya selain pelayanan yang sedikit lamban, Petro Prabu diduga melakukan sistem tembak dalam mencatat meteran gas kota.

Hal itu diketahui dari keluhan sejumlah warga yang mengaku terpaksa harus membayar tagihan gas kota dengan nilai cukup mahal karena pemakaian tinggi, padahal dalam setiap bulan menggunakan gas tidak mencapai 4 kubik.

"Jadi kemarin saya bayar tagihan gas empat bulan mulai dari November hingga Februari didalam tagihan tiap bulan kena pemakaian 7 kubik padahal pemakaian tidak sampai 7 kubik tiap bulan, ini rata empat bulan selalu 7 kubik," ungkap Edi, satu diantara warga Kelurahan Gunung Ibul kepada wartawan, Jumat (4/5/2018).

Menurut Edi, lebih lucu lagi hingga Februari jumlah tagihan di kwitansi yang dibayar total pemakaian gas telah mencapai 48 kubik, sementara ketika dicocokkan dengan di meteran hingga Mei baru mencapai 48 kubik.

"Semestinya ketika saya bayar 48 kubik maka sampai Mei tagihan sudah lunas, ini tidak sinkron antara di meteran gas dengan yang dibayar. Jelas sekali ini kalau mencatat meteran sistem tembak," katanya.

Edi mengatakan, dengan pembayaran sudah 48 kubik di Februari dan di meteran baru 48 kubik dibulan Mei tentu membuat pihaknya selaku pelanggan dirugikan.

"Tentu dengan begini kita merasa dirugikan, saya pakai 48 kubik itu Mei ini tapi dibayar Februari. Bagaimana kalau kita tidak memeriksa meteran pasti dirugikan," bebernya.

Hal yang sama disampaikan Yanti, warga Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur. Menurut Yanti, dirinya sempat heran disebabkan harus membayar gas kota dengan pemakaian belum dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved