Berita Musirawas

Sampah Menumpuk, Pedagang di Pasar Musirawas Keluhkan Omzet Menurun

Tumpukan sampah dibelakang Pasar B Srikaton Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas dikeluhkan para pedagang

Sampah Menumpuk, Pedagang di Pasar Musirawas Keluhkan Omzet Menurun
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Salah seorang pengunjung saat melihat bak sampah di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugu Mu 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Tumpukan sampah dibelakang Pasar B Srikaton Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas dikeluhkan para pedagang dan para pengunjung.

Tumpukan sampah yang didominasi jenis plastik dan limbah rumah tangga itu menimbulkan bau sangat menyengat, sebab, lokasi bak sampah sangat berdekatan dengan kios pedagang.

Apalagi ketika angin berhembus bau tak sedap sangat menusuk hidung, walau pun disekeliling bak sampah telah ditutup menggunakan terpal. Namun, para pedagang dan pengunjung masih masih merasakan bau.

Juniati (35), salah satu pedagang yang bersebalahan dengan bak sampah tersebut. Ia mengaku sangat terganggu dengan aroma tak sedap yang timbul dari tumpukan sampah itu.

"Sangat-sangat terganggu pak dengan keberadaan bak sampah itu, bau sekali sangat menyengat hidung, "ujar Juniati pada Tribunsumsel.Com. Selasa (1/5).

Meskipun saat ini, Juniati mengaku sampah-sampah itu saat ini sudah diangkut setiap hari oleh dinas Kebersihan Kabupaten Mura, namun, tetap saja menimbulkan bau menyengat.

"Apalagi saat musim penghujan pak, tidak tahan bauknya. Kadang kita tidak jualan sama sekali. Karena percuma sudah nahan bau tapi pembeli sepi," kata Juniati.

Untuk itu, Juniati berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mura supaya bak sampah tersebut dijauhkan dari lapak para pedagang, sehingga walaupun musim penghujan para pembeli masih mau datang.

Kabid Pengelolaan Pasar Kabupaten Mura Darmadi mengaku saat ini sampah dipasar B Srikaton sudah diangkut setiap pagi dan sore. Sebab, Pasar B Srikaton masuk dalam nominasi penilaian adipura.

"Sekarang tidak seperti dulu lagi yang diangkut dua hari sekali. Sekarang sudah pagi dan sore. Bahkan sekarang sudah ada pemilahan sampah organik dan non organik,"kata Darmadi beberapa waktu lalu.

Hanya saja, saat ini pihaknya mengaku masih terkendala masalah saluran drainase. Sebab, saluran drainase lebih tinggi badan jalan dari pasar.

"Jadi setiap kali terjadi hujan deras aliran air tidak lancar dan menyebabkan genangan di dalam pasar, namun, kita sudah komunikasi dengan instansi terkait untuk pembenahan,"ujarnya.

Tags
MUSIRAWAS
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved