Berita Musirawas

Kebun Sawit Tua di Kabupaten Musi Rawas Diusulkan Ikut Reflanting

Kualitas dan produktivitas kelapa sawit hasil kelolaan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih terbilang rendah.

Kebun Sawit Tua di Kabupaten Musi Rawas Diusulkan Ikut Reflanting
ilustrasi sawit (Tribunsumsel.com/Defri Irawan)
Kebun Sawit Tua di Kabupaten Musi Rawas Diusulkan Ikut Reflanting 

Laporan wartawan Tribunsumsel. Com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU -- Kualitas dan produktivitas kelapa sawit hasil kelolaan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih terbilang rendah.

Membuat pemerintah setempat melalui Dinas Perkebunan (Disbun) membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin melakukan Replanting kelapa sawit.

Kepala Dinas Perkebunan kabupaten Mura, Ir Subardi mengatakan, jika pemerintah indonesia saat ini ingin membangun kebun kelapa sawit berkelanjutan dengan tidak hanya sekali tanam.

Alasan Replanting itu dilakukan pemerintah pusat karena produksi sawit rakyat saat ini masih sangat rendah, lebih dikarenakan kekeliruan dalam teknik pembangunan kebun, penggunaan bibit asal-asalan, tidak unggul, dan bersertifikat.

"Budididaya tidak intensif , pemupukan kurang, drainase hampir tidak ada, akses jalan panen juga tidak ada," katanya pada Tribunsumsel.com.

Subardi menyebutkan, dari 32 ribu Hektare kebun sawit masyarakat di Kabupaten Mura. Yang baru mengajukan untuk program Reflanting sebanyak 436 Hektare dan sudah diusulkan ke Badan Penghimpun Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang dibentuk oleh Presiden sebagai pelaksananya.

"Sumsel dapat kuota 180 ribu Hektare. Tidak ada pembatasan kalau bisa sebanyak-banyaknya.

Untuk mura paling banyak diwilayah Kecamatan Megang Sakti tepatnya Kelingi 4 C, karena disana lebih memenuhi syarat untuk kelapa sawit,"ungkapnya.

Subardi memaparkan, kategori lahan yang boleh mengajukan program replanting adalah kategori kebun sawit rakyat yang sudah tua dan rusak, tidak tidak berada dalam hutan kawasan dan tidak akan mengganti tanaman asli.

"Satu orang maksimal empat hektare, per hektare masyarakat akan mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp 25 juta untuk sewa alat berat, membeli bibit dan untuk proses masa tanam,"ujarnya.

Sedangkan kekurangannya, karena membangun ulang kebun kelapa sawit membutuhkan dana Rp 50-60 juta per hektare. Maka petani dianjurkan untuk mengajukan kredit dengan perbankan.

"Dengan catatan petani harus mematuhi ketentuan dan memenuhi syarat perbankan yang bersangkutan,"katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved