Berita Musirawas

Cekoki dengan Sabu, 2 Pemuda di Musirawas Ini Bergilir Rudapaksa Gadis Remaja Putus Sekolah

Nasib malang menimpa AY, (14) Warga Desa Suko Warno, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Cekoki dengan Sabu, 2 Pemuda di Musirawas Ini Bergilir Rudapaksa Gadis Remaja Putus Sekolah
Ilustrasi korban pemerkosaan (tribunsumsel.com/khoiril)
Cekoki dengan Sabu, 2 Pemuda di Musirawas Ini Bergilir Rudapaksa Gadis Remaja Putus Sekolah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Nasib malang menimpa AY, (14) Warga Desa Suko Warno, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Pasalnya ia menjadi korban pemerkosaan bergilir oleh pemuda kenalannya.

Akibatnya, gadis cantik putus sekolah itu mengalami sakit di bagian alat kelamin dan trauma mendalam serta selalu ketakutan setiap ditanya perkara menimpa dirinya.

Baca: Mau Tagih Utang, Karyawan PT LPI, OKUT Ini Malah Dibacok Mandor Sendiri yang Berutang

Cekoki dengan Sabu, 2 Pemuda di Musirawas Ini Bergilir Rudapaksa Gadis Remaja Putus Sekolah
Cekoki dengan Sabu, 2 Pemuda di Musirawas Ini Bergilir Rudapaksa Gadis Remaja Putus Sekolah (tribunsumsel.com/Sri Hidayatun)

Pelaku pemerkosaan itu kini telah diamankan di Mapolres Mura keduanya yakni DP (17),

warga satu desa dengan AY dan Agus Hidayat (23), warga Rt 01 Desa Darma Sakti Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura.

Keduanya diamankan disebuah kosan di Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1,

Kota Lubuklinggau, saat tengah menyekap AY, Selasa (3/4/2018) kemarin pukul 11.00 WIB.

Baca: Jangan Ucapkan 3 Kalimat ini Saat Telat Janjian Kalau Nggak Mau Hubungan Kamu Terancam Putus!

Berdasarkan informasi dihimpun kedua pemuda putus sekolah itu memperkosa AY sejak tanggal (30/3/2018) sampai dengan (01/4/2018) di tempat yang terpisah-pisah.

Pada tanggal (30/3/2018) sebelum memperkosa AY. Agus dan DP mencekoki AY dengan narkotika jenis sabu sehingga AY mabuk dan tak sadarkan diri.

Saat tak sadarkan diri Agus dan DP membawa AY kesebuah gubuk proyek di Desa Sukamulya, Kecamatan Tuah Negeri.

Baca: 24 Tahun Berpisah, Supir Taksi di Tiongkok Ini Akhirnya Bertemu Putrinya yang Hilang

Di sana AY disekap, pertama yang melampiaskan nafsu bejad adalah Agus.

Pertama dilakukannya pukul 01.00 WIB dini hari, lalu yang kedua kalinya pukul 07.00 WIB pagi.

Setelah Agus puas, sekira pukul 18.00 WIB giliran DP melampiaskan nafsu bejatnya.

Baca: Kunjungi JSC, Okan Cornelius Kagumi Persiapan Sumsel Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Keesokan harinya pada tanggal (31/3/2018) Agus dan DP membawa AY ke rumah Hendri di Desa Suka Mulya Kecamatan Tuah Negeri.

Di sana AY kembali diperkosa secara bergiliran pertama pukul 05.00 WIB dinihari dan kedua pukul 13.00 WIB.

Lalu pada tanggal (01/4/2018) AY dibawa kerumah Agung. 

AY kembali diperkosa pertama pukul pukul 14.00 WIB dan kedua pukul 16.00 WIB.

Baca: Cegah Korupsi, Gubernur Sumsel Alex Noerdin Lakukan Hal Ini

Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasatreskrim AKP Wahyu mengatakan penangkapan kepada kedua pelaku dilakukan atas laporan dari Slamet Utomo (46) orang tua dari korban.

"Karena selama empat hari anaknya tidak pulang ke rumah, kemudian pihaknya mencari informasi keberadaan anaknya,

rupanya anaknya dibawa oleh DP dan Agus ke kota Lubuklinggau," ungkapnya, Rabu (4/4/2018).

Baca: SBMPTN Resmi Dibuka Besok, Begini Syarat dan Prosedur Pendaftarannya

Mendapat informasi itu pihak keluarga dan orang tuanya melaporkan kejadian itu kepada Polres Mura,

mendapat laporan itu akhirnya anggota melakukan pengejaran dan melakukan penangkapan.

"Saat ditangkap Ay sedang bersama dengan kedua pelaku.

Hasil pemeriksaan AY diperkosa secara bergantian di bawah pengaruh obat terlarang jenis sabu," katanya.

Baca: Gubernur Sumsel Sampaikan Pendapat Akhir Terhadap 6 Raperda

Ia juga menegaskan tidak menutup kemungkinan perkara tersebut akan berlanjut,

karena hasil pemeriksaan kemungkinan ada tersangka lainnya yang terlibat dalam pemerkosaan itu.

"Untuk pasal yang disangkakan yakni pasal 81 dan pasal 82 UUD nomor 35 tahun 2014 pengganti UU No 23 tahun 2002 tentang

perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Baca: Karena Video Nyeleneh Ini, Baim Wong Dapat Tudingan Pedas Dari Penggemarnya

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved