Berita Palembang

Rumah Subsidi Tak Boleh Direnovasi Total, Jika Nekat Bahkan Dibikin Tingkat, Ini yang Bakal Terjadi

Rumah bersubdisi program pemerintah dari Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat boleh direnovasi meski Kredit Kepemilikan

Rumah Subsidi Tak Boleh Direnovasi Total, Jika Nekat Bahkan Dibikin Tingkat, Ini yang Bakal Terjadi
istimewa
Ilustrasi 

Merenovasi rumah juga harus melaporkan renovasinya ke bank pembiayaan sesuai aturan.

Hal ini perlu dilakukan sebab jika kemudian hari ada hal yang tidak diinginkan maka bank hanya akan membayar asuransi sesuai tipe rumah saat akad bukan saat ini.

Jika dilaporkan maka asuransi bisa mengcover penuh biayanya jika ada suatu hal yang tidak diinginkan kemudian hari.

Kalau rumah direnovasi biaya asuransinya juga bakal disesuikan dengan kondisi rumah sesudah direnovasi.

Asep menambahkan selain itu jika rumah direnovasi bertingkat izinnya juga tidak sesuai dan dikhawatirkan bakal menimbulkan masalah kemudian hari.

Sebab rumah itu hanya memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tipe 36 jadi kalau direnovasi bertingkat jelas saja menyalahi aturan karena berbeda tipe.

Sesuai aturan pemerintah kalau rumah mau direnovasi total minimal KPR berjalan lima tahun.

Jadi setelah itu kalau mau direnovasi total silahkan saja asal tetap lapor bank karena debitur telah membuktikan dirinya jika layak mendapat KPR bersubsidi.

Jika kemudian hari taraf hidupnya meningkat dan mau merombak rumah silahkan saja.

Dikatakan Asep sudah ada beberapa debitur yang kedapatan merobak total rumahnya sebelum lima tahun dan juga kreditnya bermasalah sehingga pembangunannya dihentikan sementara waktu.

Tunggakan debitur harus diselesaikan dulu.

"SDM kita terbatas jadi sulit memantaunya apalagi kalau KPRnya lancar, yang biasanya kedapatan merenovasi rumah menyalahi aturan karena KPR nya bermasalah," kata Asep.(tnf)
TRIBUNSUMSEL/HARTATI

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved