Berita Ogan Ilir
Rumah Kayu Modern Asal Ogan Ilir Diminati hingga Mancanegara
Industri rumah kayu modern atau knock down (bongkar pasang) terus menunjukkan geliatnya.
TRIBUNSUMSEL.COM-Industri rumah kayu modern atau knock down (bongkar pasang) terus menunjukkan geliatnya.
Rumah knock down merupakan hasil produksi masyarakat Desa Tanjung Baru Petai dan Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Masyarakat di kedua desa ini terkenal sebagai pengrajin maupun produsen rumah knock down ke berbagai penjuru daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.
Seperti Rumah Kayu Modern Aidil misalnya. Produsen rumah kayu ini berada di Desa Tanjung Baru Petai.
Aidil selaku produsen mengaku, rumah yang dibuat ia dan warga desa lainnya banyak diminati konsumen, terutama dari daerah yang sektor pariwisatanya sudah maju.
"Kami ada permintaan rumah kayu dari Bogor (Jawa Barat), Bali, tepatnya di Nusa Penida," kata Aidil kepada TRIBUN, Kamis (1/3/2018).
Bahkan menurut Aidil, beberapa waktu lalu ada permintaan rumah kayu modern dari mancanegara.
Rumah kayu tersebut merupakan hasil kreasi warga desanya yang memang menekuni bisnis properti ini.
"Pernah ada yang pesan rumah kayu dari Malaysia. Malahan ada yang pernah sampai Spanyol," ujarnya.
Rumah Kayu Modern Aidil saat ini pun tengah memenuhi permintaan pemesanan 13 unit rumah kayu modern dengan berbagai jenis.
"Kami sekarang sedang bikin rumah Lumbung 10 unit, rumah Joglo, Limas dan Gazebo masing-masing satu unit. Jadi semuanya 13 unit rumah," terang Aidil.
Dijelaskan Aidil, kayu yang digunakan untuk membuat rumah kayu knock down yakni kayu Jati, Puspa dan Meranti.
"Sebenarnya yang paling bagus dan terbaik itu kayu Jati, tapi harganya sangat mahal. Tapi kebanyakan produsen rumah kayu menggunakan kayu Puspa karena harganya cukup terjangkau dan kualitasnya juga sangat bagus," jelas Aidil.
Untuk membuat satu unit rumah diperlukan waktu 2 hingga 3 minggu. Namun lamanya pembuatan rumah kayu knock down ini juga dipengaruhi jenis dan ukuran.
Untuk harga, apapun jenis rumah kayu dipatok Rp 18 juta permeter persegi. Namun harga tersebut belum termasuk ongkos kirim.
"Misalnya rumah ukuran 4x5, kalau kita hitung harga permeter persegi, kisaran harga satu unit rumah bisa mencapai Rp 40 jutaan," papar Aidil
"Kenapa harga (rumah kayu modern) tidak termasuk ongkos kirim? Karena disesuaikan dengan jarak tempuh daerah tujuan pengiriman. Untuk teknisi rumah kayu juga kita siapkan dari sini," imbuhnya.
Untuk memasarkan rumah kayu modern, Aidil memanfaatkan media massa, sehingga calon pembeli dapat langsung melakukan proses pembelian, baik negosiasi hingga transaksi keuangan.
"Semua orang pesan rumah kayu dari desa kami. Rumah yang dikirim ke daerah-daerah seperti Bali, diperuntukkan untuk penginapan, homestay, restoran, maupun tempat tinggal pribadi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/rumah-kayu_20180302_093927.jpg)