Berita Baturaja

Hujan Deras di Barutaja, BPBD OKU Turunkan 84 Relawan

Hujan deras mengguyur Kota Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (21/2) malam. Hujan terjadi mulai sekitar pukul 20:00

Hujan Deras di Barutaja,   BPBD OKU Turunkan 84 Relawan
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Bangunan rumah warga tergenang banjir pasca hujan deras mengguyur Baturaja. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA – Hujan deras mengguyur Kota Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (21/2) malam. Hujan terjadi mulai sekitar pukul 20:00 wib hingga 23:00 wib. Pantauan dilapangan, derasnya hujan diiringi berangin itu juga disertai suara petir dan geluduk keras.

Bukan hanya itu, beberata titik pemukiman warga di daerah berjuk bumi sebimbing sekundang ini juga mengalami banjir yang mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Misalnya dikawasan, RS Holindo dan RS Sriwijaya. Ketinggian air sudah mencapai di atas lutut orang dewasa. Genangan air bukan hanya sampai perkarangan saja. Bahkan ada juga genangan air yang sudah sampai masuk ke rumah warga. Daerah ini seakan sudah menjadi langganan banjir saja saat hujan deras mengguyur kota Baturaja. Kondisi ini sering dikeluhkan warga, namun sampai saat ini belum mendapatkan solusi. 

“Sudah jadi langganan kalau daerah ini kebanjiran pasca hujan deras. Cuma mau bagaimana lagi, kami hanya bisa menikmati saja,” kata Mardi warga setempat.

Kalau kondisi begini katanya, hanya dua pilihan yang ada. Numpang tempat rumah tetangga atau kerabat yang lokasi bangunannya lebih tinggi, atau bergadang sambil menunggu genangan air surut.

”Biasanya paling genagan air seperti ini, baru bisa surut setelah 2-3 jam pasca hujan redah,” katanya.

Kepala BPBD OKU, Hemni Rusdi melalui Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan  BPBD OKU, Mailan Purna saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/2) sekitar pukul 23:00 wib. menceritakan, data yang ia dapat ada beberapa titik banjir di Baturaja. Antara lain, kawasan RS Holindo, RS Sriwijaya, Spancar, Perumahan Guru, Kampung Baru, Air Paoh, Air Karang dan beberpa tempat lainya. Bajir pasca hujan deras ini kata Melan memang tidak seluruh namun sebagian wilayah tadi terkena dampak banjir.

“Rata –rata genangan air mencapai di atas lutut orang dewasa,” kata Mailan mengakui kawasan RS Holindo dan RS Sriwijaya jika pasca hujan deras kerap pemukiman warga terkena dampak banjir. Tetapi biasanya genangan air itu biasa terjadi sekitar 2 jam sampai 3 jam selebihnya akan kembali normal. Penyebabnya kata dia, antara lain karena debit air dengan saluran pembuangan tidak seimbang.

“Banjir terjadi paling parah di RS Sriwijaya  Blok I dan Blok T. Ketinggian air ada yang sudah sampai pinggang orang dewasa,” ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved