Hanna Annisa Akui Perankan Video Hot, Ternyata Di Sini Mereka Melakukan Aksi Panas
Setalah dua bulan bergulir, akhirnya kasus menggemparkan dunia maya, video hot Hanna Annisa akhirnya menemukan titik terang.
TRIBUNSUMSEL.COM-Setalah dua bulan bergulir, akhirnya kasus menggemparkan dunia maya, video hot Hanna Annisa akhirnya menemukan titik terang.
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan, alumnus salah satu universitas negeri di Depok, si cewek HA mengakui bahwa pemeran wanita dalam video porno yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah dirinya.
Sementara itu, pemeran prianya berinisial HFZ yang merupakan mantan pacar HA.
Baca: Awkarin Beberkan Borok & Gaya Hidup Salmafina Sebelum Berhijab
Baca: Ayah Taqy Malik Akhirnya Beberkan 2 Kelakukan Buruk Alma Penyebab Cerai, 1 Kata Ini Bikin Emosi
Baca: Temukan Pesan Terakhir Ustadz Uje di iPad, Umi Pipik selalu Menangis saat Membacanya
Putu menyampaikan, pada pemeriksaan awal, keduanya sempat membantah bahwa pemeran video mesum itu adalah mereka. Namun, begitu ditunjukan bukti otentik, keduanya tak bisa mengelak.
"Dari tim kedokteran, ada ciri-ciri khusus (HA dan HFZ)," kata Putu.
Putu menambahkan, video tersebut dibuat di Depok. Menurut dia, perekaman adegan dalam video itu terjadi dua tahun lalu.
Baca: 7 Fakta Gigolo Pembunuh Mama Muda Kliennya, No 4 Mengerikan sampai Pingsan
Baca: Terkuak! inilah Percakapan Ayu Ting Ting dan Ibunda Ivan Gunawan, Isinya Mengejutkan
Baca: Suaminya Selingkuh dengan PNS, Wanita Ini Kirim Surat Terbuka untuk Panglima TNI AL
"Video ini kan baru diakui oleh kedua pemeran ini baru kemarin. Dan peristiwa perekaman ini sudah dua tahun yang lalu, di Depok," ucap dia.
Meski HA dan HFZ terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut, Putu mengatakan bahwa status mereka masih sebatas saksi.
"Masih kita proses. Sementara masih saksi. Kami masih melengkapi bukti lain," ujarnya. (Kompas.com)
12 Hari Bergulir, Ini 4 Fakta Baru Hanna Anisa & Seputar Kasus Video Panasnya
Kasus tersebarnya video panas mahasiswi lulusan kampus bergengsi, Hanna Anisa, di media sosial menjadi kabar yang paling menggemparkan di Indonesia di penghujung tahun 2017 ini.
Ya, video beberapa versi mempertontonkan seorang wanita dan pria sedang melakukan hubungan intim di sebuah ruangan viral.
Bermula pada 25 Oktober 2017, videonya viral hingga menjadi trending topics di google. Artinya menjadi topik yang paling banyak dicari di internet.
12 hari bergulir, bagaimana kabar Hanna Anisa sekarang dan bagaimana perkembangan kasus tersebut?
Berikut 7 fakta baru yang dirangkum tribun-timur.com dari berbagai sumber:
1. Pemeriksaan Kedua
Penyidik Satuan Reskrim Polresta Depok, Jawa Barat kembali akan memeriksa Hanna Anisa, wanita muda yang diduga menjadi pemeran dalam video panas.
Rencananya, alumnus Universitas Indonesia tersebut akan diperiksa pada pekan ini.
Surat panggilan pun telah dikirimkan kepada Hanna.
Sebelumnya pemeriskaan sudah dilakukan polisi bekerja sama dengan tim ahli kedokteran untuk memeriksa fisik Hanna.
2. Bekas luka di area sensitif
Pada pemeriksaan awal, tim dokter ahli menemukan tanda bekas luka di seputaran area sensitif Hanna Anisa.
“Pada HA (Hanna ) ditemukan ada luka di bagian sensitif, katanya, bekas operasi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Polisi Putu Kholis Aryana, Rabu (1/11/2017) kemarin, sebagaimana dilansir dari Tribun Jabar.
Artisnya apa yang disampaikan polisi serupa dengan curhat pemilik akun @hannaniss pada Instagram.
".........Kedua, saya punya bekas luka operasi angkat tumor yg cukup besar di bagian dada sejak lama. Di kedua video tidak ada bekas luka di tubuh wanita tersebut,"
Menurut admin akun yang mengaku sebagai Hanna, dirinya memiliki bekas operasi pengangkatan tumor di dada, sedangkan dalam video terlihat tidak ada tanda itu.
Berikut klarifikasi yang mengaku Hanna pada pemberitaan sebelumnya yang menjelaskan bahwa ada bekas luka operasi pada tubuhnya.
3. Masyarakat penasaran
Hanna Anies bersama dengan kekasihnya benar-benar menyita perhatian publik.
Hingga saat ini masih banyak orang yang penasaran mencari tahu seputar kasus tersebut.
Tak terkecuali kalangan politisi.
Salah satu video Hanna Annisa berdurasi 2 menit 50 detik itu turut beredar di grup percakapan instan WhatsApp di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sejak Rabu (25/10/2017).
Hampir semua anggota grup percakapan tersebut telah melihat videonya.
Seorang anggota grup mengatakan, dalam video tersebut, Hanna nampak biasa-biasa saja saat melakukan hubungan intim dengan seorang pria.
Terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Maros, Nelwan Beno mengaku telah melihat video tersebut tanpa disengaja melalui grup WhatsApp.
"Saya sudah lihat di grup. Kabarnya, dia seorang mahasiswi di Depok, Jawa Barat," kata Beno.
Beno berharap, peng-upload video tersebut segera menghentikan penyebarannya.
Pasalnya, selain berdampak pada pemeran adegan "panas", video tersebut juga membuat keluarga Hanna dan kekasihnya harus menanggung malu.
"Semoga bisa dihapus sebelum video itu beredar luas. Kasihan pihak keluarga pelaku yang harus menanngung malu," katanya.
4. Membantah saat pemeriksaan awal
Sebelumnya, beredar melalui media sosial video tak senonoh antara seorang pria dan perempuan.
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga di video pada Jumat (27/10/2017) lalu.
Namun, keduanya membantah bukan pemeran dan kepemilikan video tersebut.
Termasuk sebuah akun Instagram yang mencatut namanya.
Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan mengatakan, si wanita juga membantah kepemilikan akun Instagram yang mencatut namanya.
"Kemudian, kita telusuri untuk Instagram atas nama Hanna Anisa. Dia juga mengakui masih aktif, dan yang ada tulisan "tolong hapus video itu" yang ada di Instagram. Itu dia mengakui bukan punya yang bersangkutan," ujar Herry di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017) lalu.
Polisi masih menyelidiki pelaku yang menyebarluaskan video syur tersebut serta memastikan siapa pemerannya.
Polisi akan melibatkan beberapa saksi, yakni ahli IT, gerak tubuh, dan ahli digital forensik.
Polisi memiliki bukti empat video syur. Tiga di antaranya dibantah milik Hanna dan MF.
"Ahli digital yang akan melakukan pemeriksaan. Dari tiga untuk membuktikan itu, kita harus lihat dari gesture-nya, dari ahli digital forensiknya. Kita juga lihat background atau latar belakangnya apa, tempatnya di mana dan sebagainya. Itu yang bisa bicara ahli," ujar Herry. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/hanna-annisa_20171025_122135.jpg)