Breaking News:

Biasa di Paris, Mamadou Ndaiye Kaget Saat ke Palembang Gara-gara Hal Ini

Dia mengakui meski baru pertama kali ke Indonesia namun sudah banyak mendapat masukan mengenai sepakbola di tanah air dan Palembang.

NOVERTA SALYADI/BOLASPORT.COM
Konate Makan dan Mamadou N'Diaye berlatih bersama di stadion Bumi Sriwijaya FC, setelah resmi bergabung dengan tim berjuluk Laskar Wong Kito untuk musim kompetisi 2018. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pemain anyar Sriwijaya FC, Mamadou Ndaiye juga bersemangat.

Dia mengakui meski baru pertama kali ke Indonesia namun sudah banyak mendapat masukan mengenai sepakbola di tanah air dan Palembang.

Apalagi rekan setimnya di timnas Mali dulu yakni Abdoulaye Maiga pernah memperkuat Laskar Wong Kito.

"Saya dan Maiga pernah bermain bersama di timnas Mali saat Piala Afrika beberapa tahun lalu. Sebelum ke Indonesia, dia banyak memberikan informasi yang positif tentang Indonesia," ungkapnya saat ditemui di stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (8/12) sore.

Makan Konate dan Mahamadou Ndiaye
Makan Konate dan Mahamadou Ndiaye (Ist)

Maiga disebutnya juga bercerita mengenai kota Palembang yang dianggapnya sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

"Maiga menunjukkan banyak foto selama dia di Palembang, jadi saya sudah ada bayangan sebelum kesini," jelasnya.

Namun Ndiaye cukup kaget saat memulai sesi latihan bersama pemain lainnya di stadion Bumi Sriwijaya.

"Cuaca di sini cukup panas, kemarin sebelum ke Indonesia, saya masih tinggal di Paris dan suhunya -4 derajat, berbeda jauh dengan Palembang," bebernya.

Di SFC Ndiaye meminta nomor 5 sebagai nomor Jersey musim depan.

Awalnya pemain yang lama merumput di Liga 1 Perancis berkeinginan menggunakan nomor 18, namun sudah terlebih dulu dipesan oleh Adam Alis dan Achmad Faris.

Ditentukan RS Siloam

Meski sudah datang ke Palembang, Jumat (8/12) dan mengikuti latihan bersama pemain Sriwijaya FC lainnya, namun posisi Konate Makan dan Mamadou Ndiaye belum sepenuhnya aman.

Keduanya tetap harus menjalani serangkaian tes fisik dan medical check up terlebih dulu sebelum nantinya melakukan penandatangan kontrak bersama manajemen SFC.

Pelaksanaan tes fisik dan medical check up akan dilakukan di RS Siloam Palembang, Sabtu (9/12) pagi.

Dokter tim SFC, dr Amin menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan RS Siloam terkait hal ini dan dirinya akan mendampingi secara langsung proses tes fisik tersebut.

“Tadi sudah kami sampaikan ke Konate dan Ndiaye, agennya juga telah mengetahui dan menyetujui.

Nanti banyak proses tes fisiknya, mulai dari treadmill hingga pengecekan riwayat cedera terakhirnya.

Hal ini akan dilakukan secara detail agar nantinya manajemen SFC dapat mengetahui kondisi sesungguhnya, apalagi Konate juga sempat beristirahat cukup lama karena cedera.

Dan bukan hanya untuk 2 pemain tersebut, namun seluruh pemain agar secara bergilir diperiksa,” jelasnya saat ditemui usai sesi latihan di stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (8/12) sore.

Saat Konate berlatih ringan bersama Ndiaye, secara kasat mata dr Amin menyebut kondisi eks pemain Persib Bandung tersebut cukup menjanjikan.

“Tumpuannya, kemudian akselerasi atau yang lainnya sudah sangat baik. Seluruh materi yang kita siapkan mampu dilahapnya dengan tanpa hambatan,” tambahnya.

Sementara itu, asisten pelatih SFC Rasiman menyebut dirinya optimis mantan anak asuhnya di T Team Malaysia tersebut akan dapat kembali ke performa terbaiknya.

“Dulu saat dia terkena cedera di Malaysia, T Team yang menanggung seluruh operasi dan pemulihannya."

"Semua pun dilakukan di RS terbaik di Malaysia, perlu diketahui juga cedera itu terjadi setahun yang lalu."

"Sebenarnya jika melihat jadwalnya maka di bulan Juli lalu Konate sudah sembuh, namun agar lebih optimal maka dia memilih untuk tetap beristirahat selama semusim penuh,” katanya.

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved