Kaleidoskop 2017

Pria Tamatan SD ini Sukses Nikahi Bule Jerman dan Jadikan Muallaf, Ternyata

Jodoh itu rezeki, namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri. Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah

FACEBOOK.COM/MUNAWAR.CHALID
Sumardin (29) dan Ermina Fransica (35) melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama Masamba, Kabupatan Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (17/1/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Jodoh itu rezeki, namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri.

Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan hanya berada di tangan-Nya.

Ada yang menikah dengan jarak umur begitu jauh.
Seperti kasus nenek Rohaya (77) dengan Slamet (20).
Sebelumnya di Januari 2017 lalu, dunia maya dihebohkan dengan munculnya pernikahan beda bangsa.

Sumardin, pemuda asal Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mungkin tak pernah menyangka jika jodohnya adalah seorang bule.

Pada Selasa (17/1/2017) kemarin, pemuda berusia 29 tahun itu melangsungkan akad nikah dengan Ermina Fransica, wanita lebih tua enam tahun dari usianya, di Kantor Urusan Agama Masamba.

Ermina adalah wanita berusia 35 tahun asal Würzburg, sebuah kota otonom di Bayern, Jerman.

Bayangkan, jarak Würzburg dengan Masamba, berdasarkan peta elektronik, mencapai 11,6 ribu kilometer.

Jarak itu setara dengan 35 kali lipat jarak Masamba dengan Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.

Masamba dengan Makassar berjarak 324 kilometer.

Seperti peribahasa, asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga.

Maksud dari peribahasa itu adalah jodoh seseorang bisa saja berasal dari tempat yang jauh, tetapi bertemu juga.

"Ini sudah jodoh kami," kata Sumardin, singkat.

Sebelum mereka menghalkan hubungan, seperti gaya hidup pemuda-pemudi masa kini, mereka juga sempat menjalani masa pacaran selama beberapa bulan.

Mereka pun akhirnya memutuskan naik ke pelaminan setelah merasa hatinya bisa disatukan.

Sumardin dan Ermina yang ditemui TribunLutra.com di kediamannya di Baloli, mengatakan awal pertemuan mereka terjadi saat Ermina berkunjung ke Baloli.

Di desa yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba, ibu kota Luwu Utara itu, Ermina bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah Rumah Pohon, rumah untuk tempat belajar bahasa Inggris untuk warga setempat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved