Menyisir 295,14 KM Pesisir Timur Ogan Komering Ilir

Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki garis pantai terpanjang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan

ist
Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, Iskandar SE 

Kondisi dusun ini cukup memprihatinkan. Dana desa belum bisa dinikmati masyarakat setempat karena masih menginduk ke desa Sungai Pedade. Camat Tulung Selapan, Jamil, S. Sos mengatakan warga desa Sungai Kong mengusulkan untuk menjadi desa defenitif. Namun karena moratorium pemekaran desa Sungai Kong belum bisa direalisasi.

Dusun Sungai Kong memiliki potensi Bahari. Jaraknya tidak jauh dari Pulau Maspari yang terkenal eksotis. Pulau Maspari memiliki luas perairan mencapai 14,6 hektare dan luas terumbu karang 10,3 ha serta pasir 11, 1 hektare. Dipulau ini terdapat penangkaran penyu dan konservasi.

Usai menyisir desa-desa sepanjang garis pantai timur OKI, speed boat melaju masuk melalui Kuala yang disebut dengan Kuala 12. Sepanjang kuala 12 terdapat perkampungan nelayan hingga tembus ke aliran sungai simpang tiga. Di simpang tiga Abadi atau sungai betok terdapat bangunan dermaga. Dermaga itu dihubungkan oleh jalan titian ke rumah-rumah penduduk.

Dari Sungai Betok kami menyusuri kanal dan turun di Pemukiman Transmigrasi Desa Rantau Lurus atau Simpang Tiga Jaya Makmur. Desa ini di huni penduduk asli dan warga transmigrasi asal Jawa Tengah. Fasilitas desa bisa dibilang lengkap. Di desa Rantau Lurus sudah ada jaringan listrik komunal sebesar 25 KWP yang menerangi 256 rumah warga di desa ini. Biaya penerangan yang mereka bayarkan pun tidak mahal hanya untuk biaya operator sebesar Rp 25.000 per bulan.

Jaringan listrik komunal ini diresmikan Bupati OKI, H. Iskandar, SE pada tahun 2015 lalu.  

Dari rantau lurus rombongan bertolak ke Desa Simpang Tiga lalu menyusur sungai hingga ke Dermaga Tulung Selapan Ilir.

Perjalanan menyisir pesisir Timur OKI menyimpulkan pentingnya akses transportasi darat dan energi bagi masyarakat desa untuk mengentaskan mereka dari keterisoliran dari yang terbelakang menjadi yang terdepan.

"OKI wilayahnya sangat luas. Tiga tahun terakhir fokus saya membenahi desa, membuka akses bagi masyarakat di pesisir timur menjadi penting untuk mengentaskan mereka” Ungkap Bupati OKI, H. Iskandar saat dibincangi.

"Saya ingin mengembalikan kejayaan pesisir timur, kita harus jaya dilaut dan di darat,” kata Iskandar.

Teorinya, dengan akses transportasi yang terbuka, tumbuhnya potensi ekonomi bahari, maka wilayah pesisir timur itu akan tumbuh dan berkembang, sehingga berbagai aktifitas ekonomi akan berkembang.

Agenda itu menurut Iskandar sudah menjadi grand desain Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Menkokemaritiman Republik Indonesia untuk membuka akses ke pesisit timur OKI.

“Bersama pemerintah pusat kita sudah miliki grand desain untuk membuka akses jalur darat untuk mengentaskan masyarakat di Pesisir Timur ini dari keterisolasian” Ungkap Bupati Iskandar bersemangat.

Niatan baiknya itu menurut Iskandar di dukung penuh oleh Pemerintah Pusat di bawah koordinasi Menteri Koordinator Kemaritiman,Luhut Binsar Pandjaitan serta dukungan kementrian lain seperti Bappenas, DJA Kemenkeu, Kementrian PU PR, Kementerian ESDM dan KLHK.

“Beberapa kali kami sudah lakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan pak Menko, kita usul untuk membuka akses infrastruktur ke pesisir timur OKI. Hasilnya kita di dukung” Ungkap Iskandar.

Rakor tidak lanjut percepatan sarana dan prasarana pendukung sektor kelautan dan perikanan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang dilaksanakan pada September lalu menghasilkan beberapa putusan diantaranya membuka akses jalan penghubung dan jaringan listrik untuk pesisir timur OKI.

Akses jalur darat tersebut akan dimulai dari Pangkal Desa Talang Jaya Kecamatan Cengal menuju Desa Pratama Mandira sepanjang 70,3 Km yang terbagi menjadi tiga segmen, yaitu SP 1 Talang Jaya ke SP 4 Harapan Jaya sepanjang 20,7 Km kondisinya sudah dilakukan pengerasan sepanjang 18 Km, SP 4 Harapan Jaya menuju Sungai Ceper sepanjang 16,6 Km sudah dilakukan pengerasan baru sepanjang 5 km kemudian Sungai Ceper-Bumi Pratama Mandira sepanjang 32, sudah dilakukan pengerasan sepanjang 2,5 km dan masih diperlukan pembukaan jalan baru dari pangkal desa Bumi Pratama Mandira ke Ujung Tambak sepanjang 5 km.

Selain jalan akses listrik juga menjadi perhatian pemerintah untuk mengentaskan warga di wilayah ini. Adapun akses awal listrik untuk wilayah pesisir ini juga dimulai dari Desa Bumi Pratama Mandira yang sebelumnya sudah masuk daftar program pembangunan Listrik pada tahun 2018 tetapi terkendala belum adanya akses jalan.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Menko Kemaritiman, Agus Kuswandono mengatakan Kebutuhan listrik untuk desa ini mencapai 6 MW di tambah sekitar 10 MW untuk desa-desa di sekitar. Alternatif lain menurut pembangunan jaringan listrik untuk wilayah pesisir OKI melalui gardu induk Dipasena Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dengan penambahan pemasangan jaringan sepanjang 22 km.

Rencana pengembangan jalur darat di Pesisir Timur OKI tentu sangat dinanti-nantikan masyarakat pesisir timur OKI agar Indonesia Jaya dilaut dan di Darat.

Catatan Perjalanan

Adi Yanto, S. Pd

Ksb. Media dan Komunikasi Publik Setda OKI

Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved