Warga Muratara Kembali Tutup Jalinsum, Kali Ini Tuntutannya Beda
Aksi blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali dilakukan warga di Kabupaten Muratara untuk menyampaikan
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Aksi blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali dilakukan warga di Kabupaten Muratara untuk menyampaikan aspirasi tuntutan, Jumat (17/11/2017).
Kali ini blokade Jalinsum dilakukan sekitar pukul 8.00 wib oleh ratusan warga Desa Maur, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang menuntut agar membebaskan Ustad Zilkifli atas dugaan pencabulan terhadap 12 santrinya.
Ratusan massa aksi demo ini gabungan antara masyarakat dan santri dari pesantren At-Tauhid Annur yang dipimpin Ustad Zulkifli.
Dalam aksinya, rombongan santri juga membawa karton yang bertuliskan "Bebaskan Ustad kami, ustad kami tidak bersalah #Pembela ustad, Ku ingin ustad kami kembali lagi ke desa Maur #Bela ustad 212"
Rombongan satriwan dan santriwati juga membacakan zikir sambil duduk ditengah Jalinsum.
Sementara, kobaran asap tebal mengepul di langit Desa Maur karena warga sambil membakar ban bekas tepat di depan simpang masuk desa, bahkan warga menumpahkan gundukan pasir ditengah Jalinsum.
Amrul, warga Ulu Rawas, Kabupaten Muratara mengatakan dirinya terkejut karena saat hendak melintas dari Lubuklinggau ke arah Rupit melihat kemacetan panjang.
"Macet sangat panjang hampir 4 kilometerdari Maur hingga Kecamatan Karang Jaya," katanya.
Sedangkan massa yang melakukan aksi demo enggan membubarkan diri meskipun sudah ada dari pihak pemerintah dan kepolisian adakan mediasi, warga menginginkan ustad Zulkifli dibebaskan.