Akun Ini Bongkar Eksploitasi Pekerja Es Krim AICE: Masuk Pabrik Ibarat Setor Nyawa

Setelah memposting siaran pers pemogokan 644 buruh PT. Alpen Food Industry tempat Es Krim AICE diproduksi, akun @pembebasanbdg kembali

Akun Ini Bongkar Eksploitasi Pekerja Es Krim AICE: Masuk Pabrik Ibarat Setor Nyawa

TRIBUNWOW.COM - Setelah memposting siaran pers pemogokan 644 buruh PT. Alpen Food Industry tempat Es Krim AICE diproduksi, akun @pembebasanbdg kembali mengunggah terkait ancaman yang diterimanya.

Postingan yang diunggah pada (3/11/2017) ini menceritakan ancaman yang diberikan pihak PT. Alpen Food Industry terhadap juru bicara aksi mogok kerja 15 hari oleh buruh Es Krim AICE.


Menurut sumber akun tersebut, Sarinah menerima telepon dari orang yang mengaku dari perusahaan Es Krim AICE.

Orang yang menelpon tersebut justru marah-marah dan dan menyuruh Sarinah untuk menghapus postingannya di website dalam 10 menit disertai dengan permohonan maaf.

Menurut pihaknya, Perilaku Sarinah merupakan bentuk pencemaran nama baik perusahaan.

Apabila tidak dihapus, pihaknya akan melaporkan Sarinah kepada kepolisian.

Namun, Sarinah enggan menuruti perkaataan pihak perusahaan tersebut.

"Saya bilang silahkan saja kalau memang mau kasusnya semakin panjang. Saya mewawancarai banyak sekali buruh AICE dan punya akses ke tiga kardus dokumen yang menjelaskan kondisi kerja di perusahaan itu. Jadi saya tidak ngomong sembarangan, dan tidak mau menuruti ancamannya," ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan tersebut tidak adil terhadap para buruhnya.

"Perusahaan untung besar, tapi buruh seluruhnya kontrak, bahkan harian, tidak ada tunjangan, dan banyak yang belum punya BPJS Kesehatan"

Sarinah juga mengibaratkan buruh sebagai barang sekali pakai.

"Buruh bekerja di suhu dingin yang ekstrim, terpapar amoniak dan soda api, tapi kemudian bisa dibuang begitu saja kalau kontraknya habis. Ibarat tisu, setelah dipakai lalu bisa dibuang ke tong sampah. Buruh yang masuk ke suatu pabrik yang penuh bahan kimia, kualitas tubuhnya saat keluar dari pabrik itu tidak akan sama lagi"

Di akhir kalimat, Sarinah mengajak masyarakat untuk turut mengawasi kondisi kerja di sekitar.

Ia berujar "Bantulah buruh di sekitar kita. Banyak yang kondisi kerja buruknya ekstrim".

"Memang, seringkali ada kelompok masyarakat sekitar yang tutup mata karena ikut kecipratan. Namun, kalau semua tutup mata, buruh masuk pabrik itu ibarat setor nyawa" tambahnya. (TribunWow.com/Dian Naren)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved