Percaya Mitos Takut Air Susu Amis, Ibu Hamil dan Menyusui di Kab OKI Malah Lakukan Ini

Dari data yang diperoleh dari Puskesmas dan bidan Desa Sukadarma, terdapat 11 anak yang mengalami gizi buruk dan pertumbuhan tidak maksimal...

Ikan purba yang dimaksud misalnya, ikan pari, ikan toman, dan beberapa ikan lain.

Tut Wuri melanjutkan, untuk mengantisipasi rasa lapar yang hadir pada malam hari, ia menyimpan sejumlah makanan ringan, diantaranya biskuit dan roti tawar.

Anaknya pernah minum susu formula saat Tut Wuri menjalani rawat inap di rumah sakit. Perutnya waktu itu terasa melilit, tetapi dokter menjelaskan tidak ada masalah. Setelah pulang ke rumah, anaknya kembali diberi ASI.

Bidan Desa Air Itam, Sholeha mengakui kuatnya sejumlah mitos di masyarakat berpengaruh kondisi anak balita.  Sejumlah mitos itu diantaranya, puting susu terbelah, tidak boleh makan ikan, dan tidak boleh makan nasi pada malam hari sulit dihilangkan masyarakat.

Upaya pembinaan secara bertahap terus dilakukan dengan mengumpulkan para calon orang tua untuk diberikan pemahaman mengenai merawat janin dan balita. Namun beberapa dari mereka sulit untuk menerima ilmu medis yang kerap bertentangan dengan mitos itu.

Bahkan sebagian orang lagi, tidak mau mendengarkan dan berlalu pergi sekalipun proses pertemuan tengah berlangsung. Sisanya telah mengerti untuk tidak menuruti mitos itu, namun saat berada di rumah, lingkungan terdekat tidak sepakat dengan pendapat itu.

“Pendampingan memang harusnya dilakukan menyeluruh, karena agak susah, ada calon ibu yang sudah paham dan ingin meninggalkan mitos, tapi suami dan mertua dirumah ngotot tetapi harus menjalankan mitos itu,hingga akhirnya mitos kembali belaku” jelasnya

Ia menjelaskan sekalipun puting payudara ibu memiliki belahan, baik belah dua ataupun belah empat, secara medis payudara itu tetap dapat menghasilkan air susu yang baik bagi anaknya.  Puting yang demikian tidak akan berakibat pada kematian.

Berbeda halnya jika ada kesalahan dalam proses pemberian susu, misalnya menyusui sambil berbaring. Dalam sejumlah kasus, posisi yang salah akan membuat anak tersedak bahkan ada pula bayi tidak dapat bernafas karena terhimpit payudara ibu.

“Tentu secara keilmuan mitos itu tidak tepat, air susu ibu mana yang beracun bagi anaknya apalagi menyebabkan kematian,” katanya.

Sholeha juga tidak habis pikir dengan perilaku masyarakat di desanya. Ada yang percaya, puting payudara terbelah bisa ditangkal dengan menjepitkan puting payudara dengan kayu panggangan ikan.

Wanita yang telah bertugas di Desa Air Itam sejak 1995 itu mengungkapkan, tidak banyak warga mencoba langkah itu. Untuk menghindari musibah makan ibu pemilik puting payudara terbelah memilih menggunakan susu kotak.

Setiap bulan ada 5- kelahiran anak di desa itu. Dari jumlah tersebut, 40 persen diantaranya tidak memberikan ASI eksklusif.

Mitos lain yang juga masih sangat dipercaya adalah tidak memperbolehkan ibu menyusui untuk makan nasi setelah pukul 18.00. Padahal tindakan itu bisa berakibat buruk, sang ibu akan kekurangan energi untuk memproduksi air susu yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi.

“Ada juga mitos ibu menyusui tidak boleh makan bahan makanan yang tumbuh di dalam tanah, seperti umbi umbian, coba apa yang bisa dimakan, akhirnya air susu ibu tidak keluar, dan anak harus minum susu kotak,” tutupnya.

Tribun Sumsel menelusuri kondisi kesehatan ibu dan anak di OKI selama empat hari. Selain di Jejawi, mitos ini juga dipercaya oleh warga di Kecamatan Mesuji Makmur dan Lempuing.

Tiba di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Lempuing, berjumpa dengan Nur Reva yang berusia 21 bulan. Saat anak seusianya sibuk berlarian, ia hanya duduk dipangkuan ibunya, Siti Aminah.

Bocah dengan berat sembilan kilogram ini belum bisa bicara dan berjalan. Tubuhnya juga pendek, hanya 66 sentimeter. Padahal bocah ini saat lahir memiliki berat 3,3 kilogram dan panjang 49 sentimeter.

“Waktu hamil tidak masalah, tidak ada pantangan. Tetapi anak saya susah dikasih makan, apalagi sore. Jadi dicampur susu kotak,” ungkap Siti.

Pernah diperiksa oleh dokter waktu Nur Reva berusia enam bulan. Dijelaskan bahwa ia mengidap sakit paru-paru. Tetapi keluarga saat ini belum melanjutkan tindakan medis untuk anak ini.

Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved