Breaking News:

Percaya Mitos Takut Air Susu Amis, Ibu Hamil dan Menyusui di Kab OKI Malah Lakukan Ini

Dari data yang diperoleh dari Puskesmas dan bidan Desa Sukadarma, terdapat 11 anak yang mengalami gizi buruk dan pertumbuhan tidak maksimal...

Deli bingung, kenapa berat badan anaknya tidak kunjung bertambah. Padahal bocah yang disapa Dirli lahir sehat, memiliki berat 3,3 kilogram dan panjang 47 sentimeter.

“Saya rutin ke nimbang di posyandu, katanya anak ini kurang berat badannya, memang anak ini kerap sakit, apalagi tiga bulan terakhir saat mulai belajar duduk, merangkak dan berjalan,” katanya.

Pada usia sembilan bulan Dirli baru memiliki berat 6,7 kilogram. Berat badannya tidak naik sejak usia empat bulan. Baru bertambah lagi pada usia 7 bulan hingga saat ini genap berusia 9 bulan.

Saat ini Dirli sudah mulai mengonsumsi nasi, sayur, dan lauk yang dihaluskan sebagai makanan tambahan ASI yang juga masih diberikan.

Deli mengaku telah berupaya untuk meningatkan berat badan anaknya, sekalipun memang ada sejumlah keterbatasan ekonomi.

“Ayahnya kerja sebagai penggali pasir, saya ibu rumah tangga, kebutuhan sehari hari alhamdullilah cukup, semua aktivitas MCK dilakukan di sungai, termasuk air minum,” jelasnya.

Mitos tentang larangan mengonsumsi ikan juga berlaku di Desa Air Itam, berjarak sekitar 23 kilometer dari Desa Sukadarma. Tut Wuri Handayani (27), warga Desa Air Itam, selain melaksanakan pantangan selama 40 hari tidak makan ikan berpantak, dia juga tidak makan nasi setelah pukul 18.00.

“Memang tidak makan ikan berpantak, tapi juga tidak makan nasi setelah jam 6 sore, jadi makan kenyang kenyang agar tidak lapar malam,”katanya.

Ia tidak mengetahui latar belakang munculnya kepercayaan itu.

 “Ikan purba itu biso buat anak keno sawan (sakit), makan ikan bepantak buat  air susu amis, dan makan nasi pada malam hari itu mesum (tidak baik), kato wong tuo cak itu” kata mertua Tut Wuri, menimpali.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved