Ingin Cicipi Ayam Mercon, Coba Datang Ke Cafe in

Satu lagi cafe kekinian hadir di kota pempek yakni Lord Cafe yang berlokasi di kawasan Jalan Sumpah Pemuda Kampus.

Ingin Cicipi Ayam Mercon, Coba Datang Ke Cafe in
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arif Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBAN,-- Satu lagi cafe kekinian hadir di kota pempek yakni Lord Cafe yang berlokasi di kawasan Jalan Sumpah Pemuda Kampus. Cafe yang mengusung menu lokal dan internasional ini diresmikan langsung oleh orang nomor satu di Sumsel Alex Noerdin.

Tak hanya mencicipi aneka menu makanan seperti es kacang merah, dimsum pempek, Alex Noerdin juga menjajal menu andalan ayam mercon di cafe berlantai tiga tersebut. Bahkan sebelum menutup acara, gubernur ikut menyumbangkan sebuah lagu What a Wonderful World yang dipopulerkan Louis Armstrong menghibur tamu undangan yang datang.

" Gek dulu, Kamu-kamu nih lah makan galo belom? Sudah yo? Lah nyicip ayam merconnyo belom? nah kalo belum cubolah, ai sambelnyo lemak nian. Idak terlalu pedes tapi lemak cubokelah," ujarnya sambil mempromosikan menu andalan Lord Cafe ke pengunjung.

Lebih jauh Alex mengatakan sangat senang dengan hadirnya cafe baru bernuansa lokal dan internasional ini. Karena menurutnya cafe seperti ini bisa jadi alternatif baru untuk hiburan anak muda di Palembang. Tak hanya tempat bersantai, cafe seperti ini nilainya juga bisa jadi tempat untuk menggelar kegiatan berskala kecil dengan nuansa lebih modern. Apalagi jika pemilik cafe menyediakan space khusus untuk tamu "ngomong Inggris".

"Ini bagus sekali buat kumpul anak muda, asal jangan main narkoba. Selama ini kan hiburan malam konotasinya jelek. Jadi jangan sampai itu terjadi," jelasnya.

Cafe ini lanjut Alex harus dimanfaatkan dengan baik. Diapun berencana membawa serta kedua cucu kembarnya yang jago bahasa Inggris menghabiskan waktu ke Lord Cafe. Selain menyalurkan petualangan kuliner dia berharap cucunya bisa sekalian mengasah kemampuan bahasa Inggris di cafe tersebut.

"Kebetulan dua cucu saya pintar ngomong Inggris dan Mandarin. Nanti dia akan saya ajak kesini sekalian ngobrol-ngobrol dengan staf disini. Bila perlu kalau Dodi Reza lagi di sini akan saya ajak juga, dia kebetulan bisa empat bahasa," terang Alex.

Meski bukan daerah yang kaya lanjut dia Sumsel dikatakannya merupakan provinsi paling progresif. Karena itu pula Sumsel utamanya Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games. Untuk itu dia berharap kehadiran cafe baru ini bisa jadi pilihan menarik bagi para tamu negara yang berlaga di Asian Games 2018 mendatang.

Sementara itu Owner Lord Cafe Abdul Aziz yang juga Senator asal Sumsel mengatakan Cafe ini adalah mimpinya sejak lama sebagai seorang anak muda yang gemar berpetulangan kuliner. Karena itu dia ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda bagi masyarakat Palembang.

"Saya kan sering keliling ke luar negeri dan hobi makan. Nah jadi mimpi nian suatu saat biso punyo cafe. Apolagi Sumsel nih sering menggelar event internasional jadi saya pikir pas kalau cafe ini dihadirkan," jelasnya saat memberi kata sambutan.

Karena mengusung tema lokal dan internasional itu pula Abdul Aziz sengaja menyediakan space untuk para tamu ngobrol dalam bahasa Inggris di cafenya. Bahkan dia menargetkan sebelum Asian Games swmua stafnya sudah bisa berbahasa Inggris praktis.

"Untuk pertama ini semua staf akan saya kursuskan. Kita juga libatkan ada 100 anak SMA yang akan belajar berbahasa Inggris di sini. Tahun depan sebelum Asian Games akam saya tambah jadi 200 orang siswa. Mereka ini akan kita siapkan agar bisa menyambut tamu Asian Games" terang Aziz.

Mengenai nama Lord sendiri kata Aziz sengaja dipilih agar Cafe ini nantinya bisa menjadi rujukan dan cafe kehormatan bagi para tamu spesial. Selain menyuguhkan aneka menu makanan cafe ini juga menyediakan minuman mulai dari kopi, green tea hingga thai tea dengan harga terjangkau.

"Seperti karier yang dirintis pak Alex, saya harap cafe ini juga begitu bisa mulai dari nol sampai menjadi yang terdepan," tutupnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved