Pamali Potong Rambut Saat Hamil, Begini Penjelasannya Menurut Pakar Kesehatan
Semua itu kembali lagi, apakah kamu memberikan gizi yang cukup? Apakah kesehatan kamu memadai untuk menjaga kehamilan kamu saat ini?
TRIBUNSUMSEL.COM - Setiap wanita pasti menginginkan memiliki buah hati yang diimpi-impikan, ya nggak?
Apalagi setelah menikah, pasti tujuan selanjutnya yaitu memiliki momongan yang diinginkan untuk pelengkap dalam rumah tangga.
Setiap ibu hamil tentu menginginkan jika bayi yang saat ini tengah dikandungnya, dapat lahir ke dunia dalam keadaan yang sehat dan sempurna tanpa kekurangan satu apapun.
Semua itu kembali lagi, apakah kamu memberikan gizi yang cukup? Apakah kesehatan kamu memadai untuk menjaga kehamilan kamu saat ini?
Serta berbagai hal lainnya yang tak kalah penting dari hanya sekedar mempercayai sebuah mitos.
Seperti salah satunya adalah mitos yang menyebar seputar potongan rambut.
Dilansir dari berbagai sumber, akan mengulas mengenai mitos memotong rambut ssaat hamil.
Banyak orang tua jaman dulu memang mengatakan hal tersebut adalah bagian dari pantangan yang tidak boleh dilanggar selama masa kehamilan karena berbagai alasan.
Orang jaman dulu seringkali mengatakan bahwa wanita hamil yang melakukan potong rambut adalah pamali dan tidak boleh dilakukan.
Apabila dilanggar maka dampakanya akan dirasakan setelah kelahiran si kecil.
Sedangkan dalam dunia klinis tidak menemukan bahaya pada saat wanita hamil melakukan potong rambut.
Pada saat hamil pengaruh hormon bisa mungkin membuat ibu hamil merasa lebih mudah panas.
Kondisi ini akan justru lebih parah apabila kondisi rambut ibu hamil dalam keadaan panjang.
Jadi demikian jika potong rambut ditujukan untuk kenyamanan maka hal ini boleh-boleh saja untuk dilakukan.
Bisa disimpulkan, selama hamil tidak ada larangan untuk bumil memangkas rambutnya dan tidak ada pengaruhnya juga untuk si buah hati. (TribunStyle.com/Sinta Darmastri)
Wow Plus Banget, Salon Ini Tawarkan Wanita Bugil Potong Rambut Pelanggannya
TRIBUNSUMSEL.COM - Pihak Kepolisian Rusia tengah menyelidiki sebuah salon yang menawarkan layanan potong rambut.
Ini dikarenakan, pelayanan pegawai wanita tersebut ditugaskan memotong rambut pelanggan tanpa menggunakan sehelai benangpun di badan alias bugil.
DIlansir Lollipop, Senin (30/6/2015), untuk mendapat layanan tersebut, pelanggan harus membayar harga yang lumayan mahal yakni sebesar 50 Poundsterling atau sekitar Rp 1 juta.
Dua kali lipat dari tarif potong rambut pada umumnya.
Praktik terselubung ini terbongkar setelah ada pelanggan pria mabuk tak sengaja masuk ke sekolah untuk anak-anak autis yang berada di sebelah salon tersebut.
Ludmila Mihailova, kepala sekolah tersebut, mengatakan:
"Kami tak bisa lagi membiarkan anak-anak bermain di taman karena banyak pria mabuk yang berusaha masuk areal sekolah kami."
Polisi juga mencurigai antrean panjang di depan salon itu.
Dari hasil penyelidikan seorang polisi yang menyamar dengan membawa kamera tersembunyi.
Barang bukti tentang potong rambut telanjangpun berhasil dikumpulkan.
Polisi bernama Sergey Voronov itu mengatakan:
"Begitu kita masuk, kita akan dihampiri seorang gadis yang menawarkan secangkir kopi dan menggoda kita."
"Kemudian lampu-lampu diredupkan. Mereka melakukan pedikur dan manikur, juga memotong rambut."
"Semakin lama kita duduk di situ, semakin banyak kita harus membayar," ujarnya.
Sampai saat ini penyelidikan masih terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/potong-rambut_20171023_174735.jpg)