Percayakan Harta Atas Nama Istri, Suami ini Syok Saat Istri Selingkuh, Selingkuhannya Ternyata . . .

Perjalanan hidup Rudi Suryanto (59) terbilang panjang dan berliku. Rudi lahir dari lingkungan keluarga

Ilustrasi

Sang istri menentang keputusan tersebut.

Apalagi untuk ikut suaminya menjadi mualaf.

"Istri saya tidak mau ikut bersama saya," jelasnya

Rudi akhirnya bercerai dengan istrinya.

Ia mencoba menguatkan hatinya dengan terus berbuat baik dan menjalankan ibadah salat.

Selain kehilangan istri, Rudi juga dijauhi keluarganya sendiri.

Rudi kembali menemukan jodohnya yang juga seorang wanita mualaf.

Wanita pujaan hatinya itu akhirnya dipersunting dan menjadi istrinya.

Pernikahan keduanya itu tidaklah melepaskan dirinya dari kepahitan masa lalunya.

Rudi yang percaya pada istrinya tak ragu untuk memberikan semua hartanya pada istri.

Semua atas nama istrinya.

Cobaan lagi-lagi menghampiri.

Kehadiran pihak ketiga menjadi awal kehancuran rumah tangga barunya.

Bermula ketika temannya yang sering datang ke rumah.

Tak disangka temannya tersebut menjadi pria idaman lain istrinya.

Dengan berat hati Rudi mengakui bahwa istrinya berselingkuh dengan temannya sendiri.

Merasa dicurangi ia memutuskan untuk menceraikan istrinya.

Perceraian kedua baginya.

Harta yang sudah diatasnamakan kepada istrinya membuat Rudi pergi tanpa membawa harta sedikitpun.

Iman yang kuat membuatnya seperti mendapat lindungan dari Allah SWT.

Diusianya yang telah menua, pria yang tinggal di Jalan Harapan Jaya Kecamatan Kalidoni tersebut kembali menemukan jodoh.

c
c ()

Seorang wanita bisa menerima keadaannya.

Mereka akhirnya melangsungkan pernikahan.

Dari dua pernikahan sebelumnya Rudi tak dikaruniai anak.

Kali ini Rudi telah memiliki 1 orang anak yang kini sudah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 2.

Dalam keadaan yang sulit ia merasa kalau dirinya sekarang lebih dari bahagia.

"Saya sekarang kaya hati dan bukanlah kaya harta", tuturnya dengan nada pelan.

Kini ia mencari rezeki untuk menafkahi keluarga dengan menjadi petugas kebersihan masjid.

Penghasilan yang tak kecil tidaklah membuatlah goyah dan menyesal, ia merasa lebih bahagia sekarang.

 "Kebahagian saya tidak bisa dibeli dengan uang, saya merasa sangat dekat dengan sang maha pencipta ketika saya berada di masjid dan salat berjamaah", pungkasnya Rudi.

c
c ()
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved