Pembangunan Hotel Ibis Kembali Distop, Ini Dia Alasannya

Pembangunan di hotel Ibis dinyatakan distop meminta Sat Pol PP berjaga di kawasan tersebut, untuk memastikan tidak ada pekerjaan.

Pembangunan Hotel Ibis Kembali Distop, Ini Dia Alasannya
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
Rapat pembahasan hotel Ibis di DPRD kota Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - ‎ Setelah berlarut-larut akhirnya, masalah perijinan pembangunan hotel Ibis menemui babak baru.‎

DPRD kota Palembang merekomendasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang‎ untuk memberikan Surat Peringatan (SP) ke tiga sebagai dasar pencabutan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel Ibis.

"Kami menunggu sampai tangal 19 Oktober 2017, agar OPD terkait mengeluarkan SP 3‎, sebagai syarat pencabutan IMB," ujar Ketua‎ Komisi I DPRD kota Palembang, Endang Larasati Lelasari, Selasa (17/10/2017).

Endang menegaskan, sembari menunggu SP 3 tersebut.

Pembangunan di hotel Ibis dinyatakan di stop dan ia meminta agar anggota Sat Pol PP berjaga di kawasan tersebut, untuk memastikan tidak ada aktivitas pekerjaan.

"Sekarang distop ya. Kami minta Sat Pol PP standby berjaga di lokasi," tegasnya.

‎Sementara menurut anggota komisi I DPRD kota Palembang, Antoni Yuzar, permasalah ijin IMB hotel Ibis ini sudah berlarut-larut.

Ia menegaskan, pelanggaran yang dilakukan hotel Ibis tidak bisa melakukan revisi IMB, namun harus membuat IMB baru.‎

"Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 176 ayat 1 huruf C. Jika, bangunan menyalahi dan tidak sesuai aturan harus buat izin baru. Tidak ada istilah revisi," terangnya.

Antoni menegaskan, banyak pelanggalaran dalam pembangun hotel Ibis ini.

Namun yang terjadi Pemkot Palembang seakan takut untuk bertindak tegas.

"Padahal jika bangunan yang melanggar aturan harus diberikan sanksi, yakni sanksi administratif, dan bisa berakhir pidana, hingga pencabutan izin. Jangan takut.‎ Saya juga bingung kenapa IMB bisa keluar, padahal tidak sesuai kenyataan, banyak kebohongan didalamnya," katanya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved