Kelaparan dan Tak Dapat Penumpang Seharian, Nasib Kakek Suryadi Berakhir Tragis di Becak

Masa tua yang harusnya diisi dengan aktivitas santai dan berkumpul bersama anak dan cucu tak selalu bisa dirasakan semua orang.

Kelaparan dan Tak Dapat Penumpang Seharian, Nasib Kakek Suryadi Berakhir Tragis di Becak
INSTAGRAM

TRIBUNSUMSEL.COM-Masa tua yang harusnya diisi dengan aktivitas santai dan berkumpul bersama anak dan cucu tak selalu bisa dirasakan semua orang.

Banyak orang di usia senja masih harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tak jarang banyak beredar pemberitaan nasib orang-orang yang sudah uzur harus mencari uang, paling tidak perut mereka tidak lapar.

Bahkan ada saja orang tua ini meninggal di jalan ketika sedang mencari nafkah.

Seperti yang dialami seorang kakek bernama Suryadi yang meninggal dunia dengan cara yang sangat mengiris hati.

Dikuti dari akun Instagram shella_12ahma, Minggu (16/10/2017).

Kakek Suryadi ditemukan meninggal dunia dalam posisi duduk di becak miliknya sendiri.

Menurut keterangan akun ini, kakek Suryadi meninggal dunia karena kelaparan.

Ia diduga tiak memiliki uang seperpun ditambah lagi belum ada satupun penumpang yang diangkutnya pada hari itu.

Berikut keterangan selengkapnya:

Innalillahi Wainna ilaihi rojiun..

kakek suyardi mati kelaparan di atas becaknya, karena seharian penuh tidak dapat penumpang,

sedangkan kakek suryadi menderita penyakit maag dan harus makan.

ya allah , ampunilah dosa kakek ini yang meninggal dengan sangat tersiksa.

dan berilah dia kebahagiaan di akhirat.

Ampunilah kami yang saat ini masih merasakan makan yang enak disaat saudara2 kami ada yang sampai larut malam masih dalam keadaan lapar.

Ampunilah para pemimpin2 kami yang saat ini belum mampu memperhatikan rakyat yang kesusahan, berikanlah hidayah kepada pemimpin2 kami.

Karena kami tau hisab pemimpin2 yang dzolim sangat berat ya Rabb Aamiin

Saking Miskinnya, Nenek Ini Hidup Sebatang Kara di Rumah 2 x 4 Meter, Lihat Ruanganya Sungguh Tragis

TRIBUNSUMSEL.COM-Kehidupan memang tak melulu menjanjikan hal yang indah.

Tak jarang, beberapa orang mengalami hal pahit dalam kehidupan mereka.

Pun soal nasib, tidak semua makhluk di bumi bisa mendapat nasib yang sama mujurnya.

Bagaimana tidak, wanita renta bernama Ibu Sri ini tinggal sebatang kara di Ponorogo, Jawa Timur.

Diketahui dari postingan akun Facebook Ponorogo Peduli, wanita ini sehari-hari makan bergantung dari pemberian tetangga sekitar rumahnya.

Akses sulit ke rumah bu Sri
Akses sulit ke rumah bu Sri (Facebook)

Bukan cuma itu saja, Sri juga tinggal di rumah sangat sederhana bahkan bisa dibilang tak layak.

Ia memang hidup di lingkungnan yang berada di kawasan tengah kota.

Namun, akses menuju rumah Sri terbilang sangat sulit.

Relawan menyalurkan bantuan pada Sri
Relawan menyalurkan bantuan pada Sri (Facebook)

Hal tersebut dikarenakan jalan masuk menuju rumah wanita tersebut sangat sempit.

Rumah Sri kini terkepung bangunan lain yang berada di sekitarnya.

Untuk menuju rumah tersebut, warga sekitar pun harus mengubah posisi tubuh menjadi miring.

"Untuk sekadar menemukan bahkan bisa masuk ke rumah mbah e ini saja nyaris tidak bisa. Jalan menuju rumahnya telah tertutup dari semua sisi.

Hanya tersisa lorong gang kecil celah bangunan rumah depannya. Hanya 30cm saja.

Anak atau orang kurus saja sampai harus berjalan miring. Jika masuk dengan memakai tas ransel, sudah tidak bisa.

Hingga kru kita yang berbadan sedikit besar, walau sudah miring tetap tidak bisa masuk ke lokasi. Satu jalur alternatif lainnya, adalah lewat rumah (dapur) tetangganya," tulis akun Facebook Ponorogo Peduli dalam unggahannya.

Dalam postingan yang sama, akun tersebut pun mencantumkan foto yang memperlihatkan suasana dalam dan sekitar rumah Sri.

Nenek hidup sebatang kara di rumah tak layak
Nenek hidup sebatang kara di rumah tak layak (Facebook)

Diketahui, rumah tersebut berukuran sangat sempit yakni 2x4 meter.

Ruangan seukuran itu pun mencakup semua fungsi.

"Rumah yang ia tinggali tak kalah sempit. Hanya berukuran sekitar 2X4 meter saja.

Ruangan sesempit itu sudah merupakan ruang tidur, duduk, masak, dan kamar mandi/wc. Jadi satu ruangan itu. Tak ada perabot kecuali amben buat tidur/duduk."

Nenek Sri sudah tak lagi memiliki saudara yang bisa dimintai bantuan.

Adapun, selama ini ia tak pernah menikah dan memiliki anak.

Untuk makan sehari-hari, warga sekitar kediaman Sri pun bergantian mengirimkan makanan.

Sri, nenek yang tinggal di rumah sempit di Ponorogo
Sri, nenek yang tinggal di rumah sempit di Ponorogo (Facebook)

"Bu Sri ini sendiri karena tidak nikah dan jelas tak punya anak. Sedang saudara entah dimana jluntrungnya.

Untuk hidup makan minum kesehariannya dibantu tetangga. Juga diambilkan dan dibantu pihak RT yg mengalokasikan kas arisan untuk biaya hidup mbah e ini.

Hingga dijadwal bergantian siapa yg giliran bantu ngopeni makan minumnya," tambah pengelola akun.

Dalam postingan tersebut pun dijelaskan hal miris yang kemungkinan akan menimpa Sri.

"Mereka sempat sempat kepikiran, andai suatu saat nanti si mbah sakit parah atau ninggal, "Bagaimana cara mengeluarkan badan mbah e ini dr rumahnya?".

Ya Alloh...rasanya sdh tak ada lg kata untuk melanjutkan kisah derita hambamu ini." (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Penulis: Muhamad Edward
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved