Kisah Dokter yang Beri Pengobatan Murah Cuma Bayar 5000 perak, Sampai Ada yang Bayar dengan Telur!

Menjadi dokter terbayang dengan penghasilan besar, tidak dengan sosok dr Harris Waisaka ini.

kolase tribunsumsel.com
TRIBUNSUMSEL.COM -- Menjadi dokter terbayang dengan penghasilan besar, tidak dengan sosok dr Harris Waisaka ini.
Selama menjadi dokter ia pernah dibayar dengan pasien sebutir telur bebek sebagai tanda ucapan terimakasih telah mengobati.
Bahkan dalam mengobati pasien bukan hanya telur ia terima.
seperti beras ketan dan hasil pertanian juga ikhlas dia terima mengingat banyak warga yang tidak mampu.
"Memang bayar Rp 5.000 itu juga tidak dipaksakan, pernah dibayar pakai telur sebenarnya saya tidak tega karena pasien pasti lebih memerlukan telur itu.
tapi saya menghargai masyarakat yang benar-benar ikhlas juga dengan niat sebagai ucapan terimakasih, takutnya kalau saya tolak mereka kecewa," ungkapnya.
Menjadi seorang dokter yang menghabiskan waktu di perairan tentu banyak pasien yang sudah dihadapi.
Dokter Haris
Dokter Haris ()
 
meski jam pelayanan mulai pagi sampai sore, pernah kliniknya digedor oleh pasien pukul 03.00 karena seorang pasien mengidap sesak pernafasan hebat yang harus di tolong.
Melihat kondisi pasien, lantas ia langsung melakukan pertolongan pertama, alhasil pasien yang baru berusia 8 tahun itu bisa terselamatkan.
Lebih bangganya ia pernah menangani pasien dua kakak beradik yang tidak ingin dirujuk dengan alasan tidak ada biaya.
orang tua pasien lebih percaya untuk dilakukan perawatan di atas kapal. Alhasil penyakit tipes pasien bisa diatasi berkat tangan dingin dokter muda itu.
Dr haris
Dr haris ()
 
"Pasien ini sudah satu bulan demam tinggi, kondisinya dehidrasi berat, ketika saya ingin merujuk keluarganya menolak, akhirnya kami memberikan penanganan dan pasien itu bisa sembuh," katanya.
dr Harris Waisaka rela tidak melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi atau mengambil spesialis usai lulus dari Fakultas Kedokteran Unsri 2011 lalu.
ia lebih memilih mengabdi langsung kepada masyarakat karena diketahui dokter adalah pelayan masyarakat.
Ia mengakui lebih tertantang dan bangga bisa membantu pelayanan bagi kesehatan warga yang tidak mampu ketimbang harus bekerja di rumah sakit canggih dan dengan gaji yang besar.
"Ini sebagai bentuk pengabdian, masih banyak saudara kita yang tidak tercover kesehatannya.
dr Haris
dr Haris ()
 
Awal bergabung di KTM juga setelah ada tawaran dari Yayasan untuk menjadi dokter penanggung jawab, sejauh ini saya masih menikmati," jelas dia seraya mengungkapkan bekerja di klinik sebagai panggilan jiwa.
Meski digaji oleh Yayasan, terkadang ia juga tidak memikirkan honor atas pekerjaan yang dia lakukan.
intinya dia hanya ingin membantu masyarakat setulus mungkin. Sebagai lulusan dokter tentu ada pilihan apakah akan meniti karir atau mengabdi.
Sama dengan para dokter lainnya, dr Harris juga memiliki impian untuk bisa menyandang dokter spesialis.
kalau bisa melanjutkan pendidikan ia pun lebih memilih menjadi sebagai spesialis di bidang bedah tulang. 
Usai menjalani internsip kedokteran di wilayah Ungaran Jawa Tengah.
ia pun sempat menyambangi kota Pagaralam sebagai dokter.
namun tekatnya untuk mengabdi akhirnya tercapai setelah adanya tawaran dari Yayasan.
"Sampai saat ini belum bepikir untuk berhenti, membantu masyarakat di perairan saya senang, memang niat saya ingin mengabdi," jelas pria yang mengagumi pendiri rumah sakit apung Indonesia dr Lie Dharmawan ini.
Selama mengarungi sungai, ia pun bersyukur tidak sampai mendapatkan kendala, pernah suatu kali kapalnya diterjang angin badai dan terseret hingga jangkar kapal lepas.
dr haris
dr haris ()
 
Namun kejadian itu tidak sampai membuat ia cemas karena berhasil ditangani awak kapal.
"Kapal ini juga sudah tua usianya dan setiap pulang ke Palembang pasti perbaikan rutin, kejadian angin badai waktu itu pukul 01.00.
semua yang ada dikapal terbangun karena guncangan angin yang begitu hebat," terangnya.
Kejadian mistis dan melihat hewan liar juga belum pernah ia alami.
ia pun meminta hal itu jangan sampai terjadi. "Tidak pernah, ya jangan sampai lah," terangnya tersenyum.(Tribunsumsel/Siemen Martin)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved