Tingkatkan Kompetensi Para pelaku Tambang, Ini yang Dilakukan Perhapi

Dia berharap, kedepan pemerintah dan pelaku usaha dapat mendorong seminar ini untuk kemajuan pertambangan.

Tingkatkan Kompetensi Para pelaku Tambang, Ini yang Dilakukan Perhapi
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
Pekan Working Group IB Perhapi 2017 yang digelar di Unsri 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meningkatkan kompetensi bagi‎ mahasiswa serta pelaku industri tambang ‎di Indonesia.

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menggelar Pekan Working Group IV Perhapi 2017 yang dilaksanakan di Gedung Graha Bukit Asam Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (12/9/2017).

Setidaknya,168 peserta yang terdiri dari berbagai macam instansi hadir dalam kegiatan yang pertama kali digelar di luar pulau Jawa ini.

Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), dan Universitas Trisakti.

"Diacara ini kita membicarakan hal terkini terkait pertambangan dan memperbaiki kekurangan kita. Bagi mahasiswa, tentu harus memaksimalkan ilmu yang mereka dapat dan memperaktekkannya, karena tidak cukup hanya teori saja," ujar Ketua Pelaksana, Restu Juniah saat dibincangi Tribunsumsel.

Menurut Restu, dengan digelarnya kegiatan ini menjadi nilai tambah didalam pelaku pertambangan, dan membuat kesinambungan produk hasil pertambangan.

Hal ini perlu dilakukan, karena kompetensi pertambangan diakui merupakan kompetensi tertua, dan para alumninya diakui dari dalam maupun luar negeri.

"‎Ini menyangkut kepentingan akademik dan industri. Bahkan, para pelaku tambang ini, sampai dikirim keluar negeri, dan kemarin ke Australia," jelasnya.

Dengan lembaga akademik dan ditambah seminar maka akan menjadi tempat dimana dilahirkannya para ahli-ahli pertambangan, sehingga nantinya bisa menciptakan bakal penambangan baru.

Dia berharap, kedepan pemerintah dan pelaku usaha dapat mendorong seminar ini untuk kemajuan pertambangan.

"Disini juga kita akan membahas implementasi dan dampak PP No. 1, yakni pembukaan kembali ruang ekplorasi tambang," tegasnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved