Ngeri ! Hampir Terlempar Keluar Pesawat,Pilot Berhasil Diselamatkan,Usai Kru Lakukan Tindakan Ini!
Kejadian mengerikan dialami seorang kapten pilot British Airways dan krunya.Usai melakukan penerbangan rutin dari inggris ke spanyol.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Kejadian mengerikan dialami seorang kapten pilot British Airways dan krunya.
Usai melakukan penerbangan rutin dari inggir ke spanyol.
Naas, baru lima belas menit lepas landas, tepatnya ketika pesawat berada di ketinggian 17.400 kaki terjadi ledakan yang membuat kaget para penumpang
Dilansir dari epochtimes, saat itu Kapten pilot bernama Tim Lancaster (42) bertugas untuk melakukan penerbangan pesawat BA Flight 5390, yang mengangkut 81 penumpang, dari Birmingham, Inggris, menuju ke Malaga, Spanyol, pada 10 Juni 1990 silam.
Di tengah jalan, hal yang tak terduga terjadi. Kaca depan di sisi kokpit Tim telah terlepas dan terseret keluar dari pesawat, menyebabkan dekompresi langsung pada bagian kokpit.
Kapten Tim pun juga tiba-tiba ikut tertarik keluar dari pesawat, tapi untungnya, ia berhasil diselamatkan dari insiden mengerikan itu.

Anggota kru pesawat yang menyadari kejadian ini langsung bergerak cepat, dimana mereka mengulurkan tangan mereka dan menarik kembali sang pilot ke dalam pesawat.
Setelah berhasil diselamatkan, Tim tak sadarkan diri selama 15 menit.
Co-pilot yang berada di sampingnya pun mengambil alih kendali pesawat dan mendaratkan pesawat di Bandara Southampton, 113 km sebelah barat daya dari London dengan aman.
Juru bicara maskapai penerbangan British Airways, Anthony Cocklin mengatakan.
“Kru pesawat kami sangat luar biasa. Kami tidak memiliki apa-apa selain melontarkan pujian untuk mereka. Itu adalah contoh kewaspadaan dan tindakan darurat yang luar biasa, dan kami sangat bangga dengan mereka.”
“Saya bisa melihat seseorang yang tergantung di luar jendela, dengan dua pria dan seorang wanita yang berusaha memegangi kakinya,” kata seorang penumpang bernama Margaret Simmonds, menurut Asosiasi Pers, kantor berita Inggris di Inggris.
“Mereka berusaha agar sang pilot tidak terdorong jatuh dari pesawat.”

Chris Opie, penumpang lainnya, juga mengatakan kepada Press Association:
“Tampaknya ada asap setelah sebuah ledakan muncul, dan tiba-tiba ada kepanikan. Seorang wanita tua yang berdiri di dekat kami di bagian belakang pesawat mulai menangis."
"Kupikir kita akan jatuh, sehingga saya pun mulai berdoa. Istri saya, Nichola, yang duduk di samping saya, tak berhenti menangis dan memeluk anak kami, James.
“Kemudian salah satu pria di dek penerbangan mengatakan sesuatu, bahwa kaca depan telah pecah akibat ledakan, dan memperingatkan kami untuk bersiap-siap melakukan pendaratan darurat,” tambahnya.

NY Times melaporkan bahwa co-pilot yang bernama Alistair Atcheson (39) mengenakan masker oksigen saat mengendarai pesawat.
Sementara pramugari bernama Nigel Ogden berpikir cepat, dengan meraih pergelangan kaki Tim .
saat ia tertarik keluar pesawat, sambil memegangi sebuah kursi didekatnya.
Seorang pembantu pilot kedua, Simon Rogers, mengikatkan dirinya ke kursi pilot dan juga memegangi Tim, karena Nigel mengalami luka dan menderita radang dingin akibat suhu rendah di atas langit.
Setelah mereka berhasil melakukan pendaratan darurat di Southampton.
para kru kagum karena mendapati kapten mereka bisa selamat dari insiden mengerikan tersebut.
Tim pun segera dilarikan ke rumah sakit saat mereka telah mendarat, di mana dia dirawat karena radang dingin dan mengalami beberapa patah tulang.
Lima bulan kemudian, dia akhirnya bisa melanjutkan tugas pilotnya kembali.

Karena kejadian mengerikan ini, baut pada kaca depan pesawat milik maskapai British Airways sekarang sengaja ditempelkan pada bagian dalam pesawat.
agar bisa mengurangi tekanan jika sewaktu-waktu ledakan seperti itu terulang kembali.
Co-pilot pun mampu melakukan pekerjaan yang luar biasa saat melakukan pendaratan pesawat, karena semua alat kontrol penerbangan rusak paska ledakan.

ditambah dengan suara bising pesawat yang begitu nyaring, membuatnya tidak dapat mendengar instruksi dari kontrol lalu lintas udara dengan jelas.
Co-pilot itu otomatis membuat suatu keputusan sendiri, untuk menurunkan pesawat setinggi 80 kaki atau sekitar 24 meter per detiknya.
Dia berhasil mendapatkan kembali kontrol dan bisa mendarat dengan aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/viral_20170908_130435.jpg)