Nama Tempatnya Mengajak Mendadak Berubah, Pelatih Pencak Silat Nasional Binggung dan Lakukan Ini

Tidak ada perbedaan sama sekali antara HIMSSI dan HIMSSI GP mulai dari termasuk cara hormat, lambang yang hanya sedikit berbeda termasuk jurus.

Nama Tempatnya Mengajak Mendadak Berubah, Pelatih Pencak Silat Nasional Binggung dan Lakukan Ini
Istimewa
Darmayanti bersama anak didiknya yang berhasil menyabet juara saat kejuaraan IPSI Palembang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Darmayanti yang merupakan pelatih silat nasional sekaligus pelatih taruna HIMSSI menyayangkan dan sangat kecewa dengan adanya pengubahan nama perguruan silat HIMSSI diubah menjadi HIMSSI GP.

Hal ini, diungkapkannya karena tempatnya menimbah ilmu sekaligus mendidik dan mencari para pendekar-pendekar baru telah diubah menjadi perguruan baru. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya surat dari IPSI Sumsel bahwa IPSI Sumsel pada bulan Januari 2017 yang lalu telah menerima perubahan nama HIMSSI menjadi HIMSSI GP.

"Hal ini sangat bertolak belakang dengan peristiwa yang terjadi di depan mata saya. Saat pertandingan pencak silat IPSI Kota Palembang tahun 2017 bulan lalu, terdapat jadwal pertandingan antara HIMSSI VS HIMSSI GP. Sedangkan diketahui semua bahwa kejuaraan IPSI Kota Palembang Tahun 2017 merupakan pertandingan antar perguruan silat yang ada dilingkup Kota Palembang," katanya, Senin (4/9/2017).

Tak hanya itu, sebelum pertandingan dalam kejuaraan tersebut juga diungkapkan terdapat lima perguruan baru yang menjadi anggota IPSI Kota Palembang per 21 Aguatus 2017 antara lain yaitu HIMSSI GP.

Selain itu, kejanggalan terlihat dari semua atribut yang dikenakan.

Tidak ada perbedaan sama sekali antara HIMSSI dan HIMSSI GP mulai dari termasuk cara hormat, lambang yang hanya sedikit berbeda termasuk jurus.

"Di situ timbul pertanyaan, kenapa perguruan baru tetapi tetap menggunakan nama HIMSSI, hormat yang sama, Lambang yang sama dan hanya dihilangkan lingkarannya serta mengubah nama Indonesia menjadi Generasi Penerus. Jurusnya, tingkatan sabuknya dan lain sebagainya semuanya sama. Seharusnya, bila perguruan baru kenapa tidak membuat semuanya baru sehingga tidak menimbulkan gejolak seperti ini," ungkapnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved