Neymar Pindah ke PSG, Banyak yang Bilang Karena Matre, Ini Pengakuannya
Neymar Junior secara resmi meninggalkan FC Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain ( PSG) pada Kamis (3/8/2017). Dia pergi ke PSG dengan r
TRIBUNSUMSEL.COM, PARIS - Neymar Junior secara resmi meninggalkan FC Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain ( PSG) pada Kamis (3/8/2017). Dia pergi ke PSG dengan rekor transfer dunia sebesar 222 juta euro atau sekitar Rp 3,4 triliun.
Pemain berusia 25 tahun itu menyetujui kontrak berdurasi lima musim. Jumlah transfer tersebut dua kali lebih tinggi dari rekor pemain termahal dunia ketika Paul Pogba dibeli Manchester United dari Juventus pada musim panas 2016 seharga 105 juta euro (sekitar Rp 1,6 triliun).
Meski kini berstatus sebagai pemain termahal dunia, tantangan yang dihadapi Neymar saat ini justru menurun. Kualitas Liga Perancis tidak bisa disebut sejajar dengan Liga Spanyol.
Jika dilihat dari kualitas klub, PSG juga belum bisa disandingkan dengan Barcelona. Jadi, bisa dibilang keputusan yang diambil Neymar ini telah menurunkan level kompetitifnya untuk menjadi yang terbaik.
Namun, Neymar mengaku bahwa dirinya justru mencari tantangan baru dan berniat mencetak sejarah anyar bersama PSG setelah targetnya di Barcelona dianggap sudah selesai. Penyerang utama tim nasional Brasil itu juga menyebutkan bahwa motivasi utama saat dia memutuskan bergabung dengan Barcelona adalah untuk belajar dari Lionel Messi.
"Saat bergabung ke Barcelona, salah satu alasan utama saya adalah untuk bermain bersama Lionel Messi," kata Neymar.
"Adapun di sini, di Paris, motivasi saya adalah klub beserta proyeknya dan semua pemain yang ada."
Selama membela Barcelona, Neymar telah bermain dalam 186 laga dengan torehan 105 gol dan 80 assist di berbagai ajang. Dia juga merengkuh delapan trofi, termasuk satu gelar Liga Champions.
Neymar Disejajarkan dengan Pengkhianatan Luis Figo
Mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart, ikut memberikan komentar soal transfer Neymar. Dia mengecam Neymar dan membandingkan kepergian bintang asal Brasil itu dengan apa yang terjadi pada Luis Figo.
Figo meninggalkan Barca untuk bergabung dengan rival abadi klub Catalan tersebut, Real Madrid, pada musim panas 2000. Kala itu dia membuat rekor dunia setelah Madrid menebusnya dengan harga 45 juta euro (sekitar Rp 707,713 miliar).
Kepergian bintang asal Portugal itu menyisakan kekecewaan dan kebencian yang mendalam bagi suporter Barca. Alhasil, ketika Figo kembali ke Camp Nou untuk melakoni el clasico pada 23 November 2002, fans Barca melemparkan kepala babi kepadanya sebagai sebuah bentuk penghinaan bagi sang penghianat.
Situasi tersebut kembali terulang pada musim panas 2017. Barca harus kehilangan bintang berusia 25 tahun, Neymar, yang pindah ke Paris Saint-Germain ( PSG) setelah klub Liga Perancis itu menebus klausul pelepasan kontraknya senilai 222 juta euro (sekitar Rp 3,4 triliun).
Neymar secara resmi bergabung dengan PSG pada Kamis (3/8/2017), dengan status pemain termahal di dunia. Kepergian penyerang asal Brasil ini didahului rumor dan insiden tak sedap, sehingga membuat suporter marah. Ini yang membuat Gaspart membandingkan transfer Neymar mirip dengan kasus Figo.
"Saya melihat situasi ini mirip tetapi saat itu Figo sendirian dan sekarang Neymar menemaninya," ujar Gaspart kepada Cadena Ser.
"Saya pernah melihat pemain-pemain hebat seperti Maradona dan Ronaldo, yang lebih baik dari Neymar, juga meninggalkan Barca karena ada klub lain yang membayar klausul mereka. Tetapi mereka pergi secara bermartabat, tanpa keributan. Saya tidak menyukai sikapnya dengan klub, dengan suporter dan rekan-rekannya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bintang-asal-brasil-neymar-berpose-dengan-jersey-nomor-10_20170805_114852.jpg)