Pangdam II Sriwijaya "Geregetan" Lihat Tenun Songket Khas Ogan Ilir, Ini Penyebabnya

Sejurus kemudian, Panglima tampak keheranan dan mengaku heran dengan peralatan tenun yang masih tradisional.

Pangdam II Sriwijaya
TribunSumsel.com/Agung Dwipayana
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos, bersama istri, Anis Putranto berkunjung ke rumah tenun songket di rumah Limas Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Minggu (30/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos, bersama istri, Anis Putranto berkunjung ke rumah tenun songket di rumah Limas Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Minggu (30/7/2017).

Panglima dan istri melihat-lihat kerajinan tenun tradisonal khas Bumi Caram Seguguk.

Kedatangan Panglima juga didampingi Danrem 0400 Gapo, Kol. Kunto Arief Wibowo, Dandim 0402 OKI-OI, Letkol Inf. Seprianizar, S. Sos dan Sekertaris Daerah (Sekda) OI, H. Herman, SH., MM.

"Bagus sekali motifnya, ini terbuat dari kain apa, Bu?" tanya Panglima.

"Kain sutera, Pak," jawab pengrajin tenun di rumah Limas tersebut.

Sejurus kemudian, Panglima tampak keheranan dan mengaku heran dengan peralatan tenun yang masih tradisional.

Padahal menurutnya, tenun songket merupakan kerajinan khas Sumsel yang perlu diperkenalkan secara meluas.

Sehingga dalam memproduksi kain songket perlu menggunakan peralatan modern.

"Pak Sekda, peralatan tenun di sini perlu diganti ke mesin modern biar lebih bagus. Pengrajinnya juga bila perlu dikirim ke Malang (Jawa Timur) untuk belajar mengoperasikan mesin tenun modern," Mayjen TNI Putranto kepada Sekda OI, H. Herman.

Menurut Panglima TNI, mengkonversi peralatan tenun tradisonal ke modern sangat penting agar hasil tenun Sumsel yang terkenal karena keelokan motifnya, dapat menghasilkan hasil tenun yang semakin cantik.

"Apalagi kita akan menggelar Asian Games tahun depan. Tenun songket di OI juga harus diperkenalkan kepada masyarakat internasional," tegas Panglima.

H. Herman mewakili segenap jajaran pemerintah OI mengaku siap menjalankan instruksi Panglima TNI untuk memberi perhatian lebih pada kerajinan tenun songket.

"Tenun songket OI memang salah satu yang terkenal. Untuk promosi dan produksi kerajinan tradisional ini, kita sudah lama pikirkan. Nanti akan dibicarakan dengan Pak Bupati (HM. Ilyas Panji Alam)," tukasnya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved