Tertekan Di Babak Kedua, SFC Masih Mampu Mempertahankan Keunggulan
Hanya mengandalkan serangan balik dan terus ditekan pemain SFC terlihat tetap fokus mengawal satu persatu pemain PS TNI.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memasuki awal babak kedua anak-anak dari PS TNI langsung mengambil inisiatif serangan, berkali- kali pemain PS TNI Rafif Putra mencoba membongkar pertahanan SFC.
Tampil ditekan SFC banyak melakukan pelanggran di tengah lapangan.
Terus diserang akhirnya PS TNI mendapatkan peluang lewat tendangan bebas dari luar kotak pinalti pertahan SFC, setelah sebelumnya pemain SFC melakukan pelanggaran.
Sang kapten PS TNI Rafif Putra tampil sebagai algojo, kali ini tendangannya melambung tinggi dari atas mistar gawang SFC.
Tak mau terus ditekan, Beri Rahmada dan kawan-kawan mencoba menekan balik lewat pemain lincah Adistya Wicaksana, sayang masih belum membuahkan hasil.
Berusaha mengejar ketertinggalan pemain PS TNI bermain keras, Zulfachri yang membawa bola dari tengah lapangan dengan sengaja dihentikan pemain PS TNI Imam Husaini dengan sikutan.
Pelanggran keras langsung membuahkan kartu kuning dari saku wasit Safrizal untuk pemain belakang andalan PS TNI.
Meski tersikut tepat dibagian wajah, Zulfachri masih tetap mampu melanjutkan permainan.
Terus mendominasi anak- anak dari PS TNI tetap kesulitan untuk menjebol gawang Rizky Arya.
Tembok yang rapat dari pertahan SFC membuat anak- anak dari PS TNI tampak frustasi, terbukti dengan permainan kasar yang mereka tunjukan.
Hanya mengandalkan serangan balik dan terus ditekan pemain SFC terlihat tetap fokus mengawal satu persatu pemain PS TNI.
Meski Tribun penonton tidak terisi penuh, tetapi teriakan dari pendukung SFC sangat luar biasa.
Nyanyian suporter setia SFC seakan menjadi semangat penuh bagi tim asuhan Francis Wawengkang kebanggaan 'Laskar Wong Kito' sapaan akrab SFC.
Tambahan waktu 3 menit tidak cukup untuk menghindari PS TNI dari kekalahan, dengan hasil ini SFC berhak membawa pulang tiga poin penuh.