Bukan Kriminalisasi Ulama, Ustaz Yusuf Mansyur Dipolisikan Gara-gara Hal Ini

Gara-gara hal ini ustaz yang terkenal di Indonesia dilaporkan ke polisi. Bukan kriminalisasi tapi

Warta Kota/Nur Ichsan
Ustad Yusuf Mansyur, menjawab pertanyaan wartawan usai secara simbolis menyerahkan bantuan sedekah berupa Kitab Suci Al Qur an sebanyak 45 ribu exemplar kepada warga Kampung Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (1/9/2015). Pemberian kepada warga yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur an ini sebagai bentuk syukur kepada Alloh atas kesembuhannya pasca smembuh dari penyakit. warta kota ur ichsan 

TRIBUNSUMSEL.COM, SOLO - Lagi-lagi Ustaz Yusuf Mansur dilaporkan ke polisi. Sama seperti sebelumnya, ustaz ini tersandung masalah investasi yang ditawarkan pada jamaahnya.

Kali seorang warga Solo melaporkan Yusuf Mansur ke polisi karena merasa ditipu investasi berjudul Patungan Usaha.

Korban terbujuk untuk berinvestasi karena figur Yusuf Mansur yang terkenal, sehingga  tidak akan melakukan penipuan.

Namun, setelah sejumlah warga mentransfer uang ke sebuah rekening yang ditentukan, bagi hasil yang pernah dijanjikan tak pernah ada.

 

Atas perbuatan tersebut, Jumat (7/7/2017), Wiyoto mendatangi Polresta Solo di Jalan Adisucipto untuk melaporkan dugaanpenipuan tersebut.

Wiyoto mengaku, pada November 2016, ia menghadiri ceramah Yusuf Mansur di sebuah hotel di Solo. Dalam ceramah tersebut Yusuf Mansur menjelaskan investasi "patungan usaha" dan "condotel" serta rencana pembangunan hotel "Siti".

Wiyoto akhirnya membeli saham senilai Rp 10 juta. Dengan uang itu ia berharap mendapat bagi hasil dari Yusuf Mansur yang juga pemilik perusahaan investasi tersebut.

"Setelah transfer, ada pemberitahuan melalui surat bahwa saham yang semula ditanamkan di "Patungan Usaha" akan dipindangkan ke koperasi "Indonesia Berjamaah", lalu tentang pembagian keuntungan tidak dijelaskan rinci, termasuk nasib uang yang ditanam nasabah juga tidak disinggung," kata Wiyoto, Jumat (7/7/2017).

Sementara itu, Rachmat Siregar, kuasa hukum Wiyoto mengatakan, kasus dugaanpenipuan berkedok investasi tersebut sudah memakan banyak korban. Di kota Solo banyak warga yang telanjur menginvestasikan uangnya.

 
"Korban dari luar Solo, seperti dari Medan, Surabaya, Kalimantan, sudah menguasakan kasusnya kepada saya, kerugiannya mencapai Rp 5 miliar," ucapnya seusai mendampingi Wiyoto di Polresta Solo.

Rachmat juga menjelaskan sudah berupaya mendatangi Ustad Yusuf Mansur untuk meminta penjelasan. Namun Yusuf Mansur hanya meminta maaf dan berjanji kasusnya akan diluruskan.

"Kita sudah coba menemui yang bersangkutan, namun uang investasi dari nasabah tidak dikembalikan," imbuhnya.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan investasi yang dilakukan oleh Yusuf Mansur.

"Kasusnya tentang investasi bodong yang telah dilarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara kasus masih didalami dan meminta keterangan sejumlah saksi," tutupnya. (M Wismabrata)

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved