Julia Perez Meninggal Dunia
Inilah Ganasnya Penyakit yang Diidap Jupe, Berikut Sebab dan Pencegahannya
Pedangdut Julia Perez alias Jupe mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (10/6/2017), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pedangdut Julia Perez alias Jupe mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (10/6/2017), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Hal itu telah dibenarkan oleh Mario alias Markoneng, manajer Julia Perez.
"Iya (Julia Perez meninggal)," ucap Markoneng ketika dihubungi, Sabtu (10/6/2017).
Namun, Markoneng yang terdengar tengah menangis belum dapat memberi informasi lebih lanjut mengenai meninggalnya Julia Perez.
Seperti diketahui, Julia Perez telah sejak 2014 lalu berjuang melawan kanker serviks yang dideritanya.
Apa itu kanker serviks?
Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Palembang menggelar Seminar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pencegahannya dalam rangka memperingati Hari Kanker se-Dunia dan Hari Kartini di Griya Agung Palembang, Kamis (27/4/2017).
Kegiatan ini bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Yayasan Puteri Indonesia, Yayasan Salsabila, Tribun Sumsel-Sriwijaya Post dan pihak lainnya.
Seminar tersebut menghadirkan Dr Amirah Nasution MD. OBGYN (c) dan Putri Intelegensia Suci Mardiana yang dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti.
Seminar tersebut diawali dengan Video Lady Ganga
. Video tersebut menampilkan seorang ibu yang terkena kanker serviks hingga berakhir meninggal dunia.
Amirah mengatakan saat ini Indonesia sedang in di infotainmen cerita Julia Perez yang kini menderita kanker serviks.
Awalnya menurut Amirah keluhannya hanya pendarahan pada vagina dan tidak ada keluhan lain sehingga pasa akhirnya tumor sudah membesar.
"Kalau kita ketemu pada stadium awal, bisa lakukan operasi,"
"atau pengangkatan rahim dan lain-lain."
"tapi pada stadium lanjut tidak bisa lagi operasi tapi disinar," katanya.
Ia menyebutkan kanker serviks dapat terjadi salah satunya karena infeksi HVP yang ada di sekitar setiap hari. Menurutnya virus tersebut sama dengan virus flu.
"Butuh waktu 10-15 tahun setelah terinfeksi HVP sampai dengan perubahan pada rahim," tambahnya.
Kanker pada serviks terjadi pada bagian bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dan vagina.
Ia menjelaskan setiap 1 jam ada yang meninggal karena kanker serviks.
Ia menyebutkan setiap hari ada 58 kasus baru kanker serviks.
"Indonesia Juara pertama untuk kanker serviks di Asia tenggara."
"Di Indonesia lebih dari 70 persen pasien yang datang sudah dalam stadium lanjut (paling banyak stadium 3B)," bebernya
Virus HVP bentuknya seperti bunga yang cantik sekali.
Dari virus itu berkembang menjadi kelainan pada serviks.
"Jangan salah, kutil juga disebabkan HVP tapi tidak berbahaya," ucapnya.
Sebetulnya banyak orang yang bisa terinfeksi HVP baik wanita dan pria, virus ini pula bisa sementara maupun menetap.
Yang menetap akan terjadi kelainan pada sel serviksnya.
"Kita kadang tidak sadar kita terinfeksi HVP.
Bukan karena indikasi seksual saja tapi juga karena faktor lain misalnya perpindahan virus HVP," kata Amirah.
Amirah menginformasikan cara melawan infeksi HVP adalah dengan konsultasi ke dokter jika ada keluhan.
Cara lainnya adalah dengan vaksinasi dan pap smear secara teratur.
"Kanker serviks tidak menimbulkan gejala."
"Saat stadium lanjut berdarah saat berhubungan, keluar cairan dan bau, termasuk Sudah lama tidak haid setelah itu haid lagi, tidak bisa pipis dan lain sebagainya," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/julia-perez-jupe-meninggal-dunia-sabtu-1062017_20170610_123839.jpg)