Siapa Sangka Gundukan Rumput Ini Menyimpan Rahasia Mengerikan ! Dijamin Bakal Merinding !

Apa yang ada dibenak kalian jika melihat foto gundukan rumput tersebut?.Mungkin awalnya mengira tidak ada yang aneh ataupun mencurigakan.

Daily Mail

TRIBUNSUMSEL.COM -- Apa yang ada dibenak kalian jika melihat foto gundukan rumput tersebut?.

Mungkin awalnya mengira tidak ada yang aneh ataupun mencurigakan.

Baca Juga : Dikira Habis Memakan Tikus,Pawang Ular Kaget Saat Ular Kobra Memuntahkan Benda Ini! Mengerikan!

Baca Juga : Bukan Peribahasa, Inilah Kisah Pria Tampan Bermuka Dua

Gundukan rumput yang berada disemak belukar, terlihat seperti tumpukan rumput yang hidup dengan liar

Namun siapa sangka, dari tumpukan rumput liar ternyata bisa memberikan ancaman yang berbahaya bagi manusia.

Lah kog bisa?, gundukan rumput yang bukan dibuat oleh manusia.

Tetapi dibuat oleh hewan yang mengerikan.

Oleh karena itu, jika menemukan gundukan tumpukan rumput seperti mending jangan untuk didekati.

Seperti pengalaman yang dialami oleh keluarga petani tebu di Queensland Australia.

Yang ketakutan setelah melihat gundukan rumput tersebut berada didekat pertenakan mereka.

Baca Juga : Gadis Ini Poleskan Pasta Gigi ke Wajah Sebelum Tidur, Hasilnya Bikin Semua Melongo

Baca Juga : Pria Ini Temukan Bola Misterius di Tengah Hutan, Tak Disangka Saat Dipungut, Ternyata

Gundukan tersebut merupakan sarang seekor buaya besar yang hidup didekat mereka.

Dimana tengah bertelur disana.

Dilansir dari Dailymail Australia, keluarga petani pernah menghubungi pihak petugas satwa liar.

Namun laporan mereka tidak ditanggapi.

Dimana sarang buaya tersebut tetap dibiarkan tanpa dimusnahkan.

Petugas malah membuat sebuah tanda peringatan yang berada tidak jauh dari sarang buaya.

Memberikan peringatan jika ada buaya di kawasan tersebut.

Baca Juga : Pengakuan Mengejutkan dari Putri Yana Zein Soal Kakek Mereka

Baca Juga : Menolak Diajak Check In ke Hotel Oleh Pacar, Lihat yang Dilakukannya Pada Cewek Berjilbab Ini

Mereka pun mengungkapkan, pemusnahan sarang tidak dapat dilakukan.

Jika tidak ada laporan akan terjadinya serangan yang dilakukan buaya kepada manusia.

Sementara itu, keluarga petani tebu, Liza Giudice mengungkapkan.

Jika suaminya Michael telah bekerja di lokasi yang berjarak hanya 60 meter dari sarang reptil.

Yang siap menetas pada bulan Mei mendatang.

Giudice, ibu dua anak pun marah kepada Departemen Lingkungan Hidup karena tidak melakukan bertindak.

"Mereka pada dasarnya mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali jika buaya air asin ini menjadi agresif," ucapnya.

Baca Juga : Bukan Hanya di Cardiff, Atrean Panjang Madrista dan Juventini Terjadi di Rajawali Village

Baca Juga : Ingat si Kanibal Sumanto? Kehidupannya Sekarang Sungguh Mengejutkan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved