Petani Keluhkan Harga Karet
Masyarakat Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara keluhkan harga karet makin anjlok
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Masyarakat Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara keluhkan harga karet makin anjlok, Minggu (28/5/2017).
Habiba (35) warga Desa Muara Tiku, mengatakan harga karet saat ini sudah turun menjadi Rp 6.000 perkilogramnya, sedangkan kebutuhan dalam rumah tangga lebih banyak, apalagi di bulan puasa.
"Pernah sebelumnya karet ini seharga Rp 10.000 perkilogramnya, bahkan lebih tapi hanya sebentar, sekitar tiga bulan lalu," kata Habiba saat dibincangi Tribunsumsel.com, Minggu (28/5/2017).
Dijelaskannya, dengan harga saat Ini tidak sebanding dengan pengeluaran yang ada seperti sembako misalnya harga bawang putih Rp 70.000 perkilogram, beras Rp 9.000 perkilogram.
"Stok karet hasil saya nyadap dua bulan terakhir ada tujuh keping, tapi harga Rp 6.000 perkilogram saya belum ingin menjualnya disimpan dulu, mudahan sebelum lebaran harganya naik," tuturnya.
Selain itu, Rini (31) warga setempat juga mengatakan untuk dapat satu keping karet bisa membutuhkan waktu seminggu, itupun kalau cuacanya bagus.
"Kalau musim penghujan kadang dua Minggu baru dapat satu keping getah karet. Karena banyak getah bercampur air," ujarnya.
Dia berharap, semoga mendekati lebaran nanti harga getah karet ini beranjak naik, karena inilah sumber pencaharian masyarakat desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/sejumlah-karet-warga-desa-muara-tiku_20170528_124423.jpg)