Tolak Paham Kilafah Masuk Kampus

Pihaknya sudah melakukan kerja sama baik dengan anggota TNI maupun Polri untuk melakukan pengawasan.

Editor: Hartati
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
Sosialisasi yang diadakan di kampus Universitas Bina Darma 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Universitas Bina Darma (UBD) mengadakan sosialisasi pencegahan radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan isme-isme lainnya di kalangan mahasiswa, Rabu (24/5/2017).

Meski mengaku, belum adanya indikasi‎ jika paham radikalisme ini masuk ke dalam kampus, menurut Rektor UBD, Bochari Rachman, tetap saja mesti ada pencegahan terlebih dahulu.

Bahkan, Bocharipun dengan tegas menolak, jika ada paham radikalisme, seperti paham khilafah untuk masuk ke dalam kampus UBD.

Untuk itu ia memberikan sosialisasi ini kepada mahasiswanya, yang pematerinya pun langsung dari anggota kepolisian yang diwakili oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Hariyadi.

‎"Sosialisasi ini sifatnya pencegahan, bukan berarti paham radikalisme ini sudah masuk di UBD," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel seusai acara.

Bocharipun mengatakan, jika untuk menghindari masuknya paham radikalisme ini ke dalam kampus.

Pihaknya sudah melakukan kerja sama baik dengan anggota TNI maupun Polri untuk melakukan pengawasan.

Menurut Bochari, meski UBD merupakan kampus umum, namun tetap saja ia menginginkan Islam yang menyejukan hadir di kampusnya.

"Islam itukan mensejaterakan, kalau memecahbelah bukan islam namanya. Kalau sekarang insya allah paham radikalisme ini belum masuk ke UBD," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved