Korban Banjir Dapat Bantuan Sembako
Selama empat tahun di kepemimpinannya baru kali pertama banjir merendam hingga tujuh Kelurahan di dua Kecamatan di Prabumulih.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 1700 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di tujuh Kelurahan di dua Kecamatan kota Prabumulih, mendapat bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dari Pemerintah kota Prabumulih, Kamis (27/4/2017).
Bantuan sembako seperti beras, mie, kecap dan lainnya itu secara langsung diberikan Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM dan jajaran pemkot Prabumulih ke para kepala keluarga yang sesuai data Kelurahan dan Kecamatan menjadi korban banjir.
Tidak hanya memberikan bantuan sembako, Walikota bersama jajaran bahkan menyusuri anak sungai dan induk sungai Kelekar guna mengetahui penyebab banjir dan segera memberikan solusi mengatasi banjir.
"Masyarakat tertimpa musibah banjir hari pertama kami bantu 3000 bungkus nasi, hari ini kami berikan sembako untuk 1700 kepala keluarga. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat tertimpa musibah banjir," unggkap Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM.
Ridho menuturkan, selama empat tahun di kepemimpinannya baru kali pertama banjir merendam hingga tujuh Kelurahan di dua Kecamatan di Prabumulih.
"Kami sudah telusuri sungai untuk mencari solusi mengatasi banjir. Kalau kami lihat penyebab banjir selain karena curah hujan tinggi,juga masalah penyumbatan atau penyempitan sungai. Ini sudah kami telusuri, secepatnya akan kami berikan solusi," katanya.
Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menuturkan, banjir di Prabumulih tidak seperti di kota-kota lain, namun hanya terjadi sepintas saja.
"Banjir di Prabumulih ini beda dengan di daerah lain, biasanya hujan malam dan malam itu langsung surut. Tentu masalahnya kami lihat dulu, jika penyempitan aliran sungai maka akan kami lakukan normalisasi sehingga Prabumulih tidak lagi banjir," ungkapnya seraya menambahkan pihaknya tidak mau anggaran terbuang percumah dan banjir masih terjadi.
Adanya bantuan pemerintah tersebut membuat masyarakat korban banjir senang.
"Kami bersyukur dapat bantuan karena akibat banjir selain tidak bisa memasak juga tidak bisa mencari nafkah," ungkap Ratim, korban banjir warga Jalan Kelekar 1 Kelurahan Muaradua. (eds)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/banjir-prabumulih_20170427_174606.jpg)