Sidang Penodaan Agama

Kuasa Hukum Ahok Yakin Jaksa Sulit Buktikan Dua Hal Ini

Tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tergabung dalam tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika-BTP

Kuasa Hukum Ahok Yakin Jaksa Sulit Buktikan Dua Hal Ini
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ahok dan Prof Edward (berkemeja biru) di sampingnya seorang wanita berkerudung memberi keterangan kepada media seusai sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tergabung dalam tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika-BTP meyakini bahwa jaksa penuntut umum (JPU) akan kesulitan membuktikan dakwaan mereka.

Ketua tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika-BTP, Trimoelja D Soerjadi menyebut jaksa akan kesulitan membuktikan niat dan kesengajaan Ahok melakukan penodaan agama.

"Itu dua hal pokok yang akan dibuktikan dalam pemeriksaan Pak Basuki, kesengajaan dan niat. Apakah (pidato Ahok di Kepulauan Seribu) itu termasuk penodaan (agama), yang menurut kami bukan," kata Trimoelja, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Adapun Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip Al-Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Selanjutnya, Trimoelya meyakini JPU akan mencecar Ahok dengan berbagai pertanyaan.

Pada Senin (3/4/2017) kemarin, Ahok sempat berembug dengan puluhan kuasa hukumnya jelang sidang. Anggota tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika-BTP, I Wayan Sidarta menjelaskan, pada pertemuan itu, kuasa hukum juga menjelaskan hak-hak yang dimiliki terdakwa.

Ahok, kata dia, boleh tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Penasihat hukum berpesan agar Ahok menyampaikan hal-hal yang sebenar-benarnya dan sejujurnya hingga pernyataannya dibawa ke meja hijau.

"Ternyata apa yang dikemukakan beliau tidak ada maksud, tidak ada niat untuk menodai agama. Apalagi bermusuhan dengan orang Islam, agama Islam, ulama, kitab suci, karena beliau sangat menghargai semuanya," kata Wayan.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved