Eceng Gondok Ternyata Miliki Manfaat Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Dengan disemprotkan bios 44 ke eceng gondok secara perlahan bisa menutup rongga-rongga tanah yang terbuka.

Eceng Gondok Ternyata Miliki Manfaat Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Tribun Jateng
Eceng Gondok 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS--Kabupaten Musi Rawas (Mura) merupakan wilayah yang rentan terjadi kebakaran, bahkan Mura termasuk dalam salah satu kabupaten zona merah kebakaran hutan di Sumatra Selatan (Sumsel).

Untuk itu,Dandim 0406, Mura, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara berencana menggandeng Kabupaten Mura, untuk mengambang biakan eceng gondok sebagai salah satu inovasi pencegahan kebakaran Hutan.

"Rencananya eceng gondok itu akan kita sebar di wilayah Kecamatan Megang Sakti, dan Muara Lakitan, nanti ketika musim kemarau, akan kita praktekkan dan menyemprotkan bios 44 ke eceng gondok itu," ucap Dandim 0406 Mura, Lubuklinggau dan Muratara Letkol Inf M Thohir saat dibincangi Tribunsumsel.Com, usai acara rapat koordinasi penanganan Karhutla, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya, eceng gondok memang sangat banyak manfaatnya untuk merestorasi lahan gambut.

"Sekarang musim penghujan, ecek gondok akan kita sebar, nanti saat musim kemarau, air kan habis, eceng juga mati, nanti akan kita semprot dengan bios 44.  Perpaduan eceng gondok dengan bios 44 juga bisa memperbaiki PH tanah,"ungkapnya.

Kesiapan armada penangan Karhutla di gedung off Room Pemkab Musi Rawas saat rapat bersama, Jumat (24/3/2017).
Kesiapan armada penangan Karhutla di gedung off Room Pemkab Musi Rawas saat rapat bersama, Jumat (24/3/2017). (Tribunsumsel.com/Eko Hepronis)

Ia pun menerangkan,yang menyebabkan lahan gambut mudah terbakar karena mempunyai rongga-rongga.

Dengan disemprotkan bios 44 ke eceng gondok secara perlahan bisa menutup rongga-rongga tanah yang terbuka.

"Kebakaran lahan gambut terjadi karena adanya udara, fungsi eceng gondok dan bios 44 untuk menutup rongga-rongga itu, sehingga rongga itu tertutup dan tidak mudah terbakar, bahkan campuran itu bisa meningkatkan kesuburan tanah," ujarnya.

Ia pun menegaskan akan mengambil langkah tegas kepada siapa pun yang melakukan pembakaran hutan, menurutnya, tahun 2017 tidak ada lagi istilah sosialisasi.

Bahkan setiap pelaku pembakaran hutan akan diancam pidana.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved